oleh

DPRD Makassar Minta Polisi Tangkap Pendemo Rusuh

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Armansyah-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Sekretariat DPRD Makassar bergerak cepat menyikapi aksi demo sampai berujung pada pengrusakan di ruang paripurna. Pihak DPRD Makassar langsung menyambangi Polrestabes Kota Makassar untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Kami melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib,” ujar Kasubag Humas DPRD Makassar, Taufiq Natsir, Selasa (1/9).

Diketahui, para pendemo tersebut berhasil masuk ke ruang paripurna yang bertempat di Lantai 3. Para pendemo mengacak-acak ruang rapat, baik meja maupun kursi para anggota DPRD Makassar.

Taufiq sedikit menceritakan, para pendemo rupanya sudah ada sejak kemarin, Senin (31/8). Mereka kemudian menginap dan melakukan demo pagi harinya.

Sebelumnya diberitakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Korkom) Tamalate melakukan aksi demonstrasi di kantor DPRD Kota Makassar. Bahkan, aksi tersebut berlanjut ke dalam gedung dan merusak sejumlah aset.

Berdasarkan pantauan, demonstran masuk ke ruang rapat Paripurna DPRD Kota Makassar. Mereka membanting meja dan beberapa kursi dalam ruangan Paripurna. Mereka menuntut transparasi dana covid dan rangkap jabatan Pj Wali Kota Makassar.

Kasubag Humas DPRD Kota Makassar, Taufik Nadzir menyampaikan, pihaknya menerima laporan aksi demo tersebut lanjutan dari unjuk rasa yang dilakukan senin sore, (31/8). Saat itu, seluruh staff dan anggota dewan sudah balik.

“Menurut staf, demo itu tidak ada pemberitahuan, tidak ada pernyataan sikap atau aspirasi tertulis yang bisa diteruskan ke pimpinan karena mereka mau ketemu langsung,” ungkap Taufik, Selasa (1/9).

“Dari kemarin mereka bilang kalau akan menginap kalau tidak ada anggota dewan yang terima,” tambahnya.

Karena tidak ada yang menerima atas aksi HMI tersebut, kata Upik—sapaan akrabnya, peserta unjuk rasa bermalam dan melanjutkan demonstrasinya hari ini. “Tadi pagi mereka naik ke ruang paripurna dan mendobrak pintu kemudian obrak abrik meja pimpinan,” pungkasnya.

 

Komentar