oleh

Sambil Ngajar ‘Grepe-grepe’ Murid, Penjara 20 Tahun Menanti Guru Ngaji Cabul

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Sugi Hartono-Kriminal-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Bukannya memberi ilmu yang bermanfaat untuk bekal akhirat, seorang guru mengaji di Kota Makassar malah melakukan hal yang tak senonoh ke muridnya. Ia ketahuan sering grepe-grepe atau meraba-raba organ vital muridnya sembari mengajar.

Tak tanggung-tanggung, tercatat ada lima anak yang menjadi korban keganasan AM (55). Polisi pun akhirnya menggunakan pasal perlindungan anak untuk menjerat guru ngaji cabul tersebut, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kepala Polisi Resort Besar Kota Makassar (Kapolrestabes Makassar) Kombes Pol Yuldhiawan Wibisono mengatakan visum kepada korban tindakan asusila telah dilakukan. Pihaknya kemudian memutuskan untuk mentersangkakan oknum guru ngaji di makassar.

Yuldhiawan menjelaskan perbuatan cabul guru ngaji ini diketahui saat salah satu korban sudah tidak mau lagi belajar di tempat tersangka, setelah di cek ternyata ada perbuatan yang tidak senonoh yang dilakukan oleh oknum ngaji tersebut.

Lebih Jauh, Setelah dilakukan pemeriksaan melalui visum dan dilaporkan ke Reskirm Polrestabes Makassar diketahui korban ada lima orang anak yang berumur 9 sampai dengan 12 Tahun sedangkan hasil visum yang sudah terbukti perbuatan cabul ada dua orang.

“Modus tersangka melakukan perbuatan yang tidak senonoh dimana pada saat anak – anak sedang belajar mengaji tersangka meraba-raba dengan menggunakan tangannya menuju organ vital dari anak tersebut dan tersangka melakukannya sejak Juli 2020 lalu,” Jelas Yuldhiawan

Kata Yuldhiawan akibat perbuatannya tersebut oknum guru ngaji itu dijerat dengan undang undang perlindungan anak.

“Ancaman minimalnya itu lima tahun dan maksimal lima belas sampai dua puluh tahun penjara,” katanya

Komentar