oleh

Sukses Geluti Bisnis Warkop Di usia Muda

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Hikmah-Bisnis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Sukses diusia muda tidak serta merta diraih, perlu usaha keras dan ketekunan. Seperti itulah yang dilakukan Mohid Vatvani, salah satu pengusaha warung kopi (warkop) terkenal di kota daeng.

Mohid, begitu ia kerap disapa memulai bisnisnya dengan keringat sendiri, meski berasal dari keluarga yang terbilang berada, Mohid tak lantas berleha-leha dan bergantung pada orang tua.

Sadar tak begitu menyukai belajar, pria kelahiran 14 Mei 1997 ini memutuskan mencari jalan hidup sendiri. Setamat Sekolah Menengah Atas (SMA), Mohid tak lagi melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, Mohid memutuskan merantau dan bekerja di ibu kota.

Berbekal kerja keras itulah, Mohid akhirnya mampu mengumpulkan rupiah dan kemudian memutuskan kembali ke Makassar, kota kelahirannya.

Sesampainya di kota Daeng, Mohid memutuskan membuka usaha warkop di pada 28 Maret 2018, usaha yang kala itu memang sangat hits dan menjadi primadona di kalangan pengusaha.

“Saya memilih membuka usaha warkop karena modal saya saat itu hanya cukup untuk membuka usaha warkop,” ungkapnya saat ditemui di Warkop cabang pertamanya, Rumpi.

Bagi pria yang menggandrungi cinematography ini, warkop adalah tempat nyaman dimana orang bisa bercerita meski dengan uang pas-pasan di kantong. Maka Mohid memutuskan membuka warkop yang tak hanya nyaman tetapi juga pas di kantong.

“Saya mengimpikan warkop yang nyaman tetapi juga murah meriah sehingga pengunjung tek merasa takut untuk datang ke warkop tersebut,” katanya.

Bernama Warkop Rumpi yang berada di Di jl sungai saddang, Latanete, Mohid kemudian mulai merintis usaha pertamanya tersebut. Bagi Mohid, Rasa kopi yang nikmat adalah ciri khas sebuah warkop yang sesungguhnya. Maka hadirlah Warkop Rumpi dimana Rp. 5.000 bisa menikmati secangkir kopi hangat yang nikmat.

Tak kaleng kaleng, berbagai fasilitas penunjang juga dihadirkan Mohid seperti wipi yang aktif 24 jam serta colokan listrik yang ada di setiap sudut ruangan sehingga pengunjung tak harus kebingungan jika sekedar ingin mengisi data barang elektroniknya. Yang lebih luar biasa, Mohid menyiapkan ruang meeting gratis bagi siapa saja yang ingin melakukan meeting.

“Ruang motongnya tidak perlu di sewa, cukup pesan makan minum saja, satu orang satu orderan sudah cukup,” tambahnya.

Kini, genap dua tahun Mohid mendirikan Warkop Rumpi dan terbukti tak pernah sepi, berbagai kalangan utamanya kaum pria menjadi langganan tetap warkop ini. Tipsnya cukup sederhana kata Mohid, stabilitas.

“Untuk bertahan di lininusah sN situasi sekarang ini adalah harga yang harus stabil, di Rumpi, walupun naik, kenaikannya ckup kecil, setiap tahunnya hanya naik Rp. 1000. Jadi tamu yang datang tidak takut berkunjung. Kedua harus melayani sepenuh hati sehingga ada tamu tetap yg datang setiap harinya,” bebernya.

Melihat sambutan masyarakat terhadap bisnis yang dirintisnya tersebut, Mohid percaya diri melangkah dan membuka lini bisnis baru tahun ini dan tahun depan.

Terakhir, Mohid berpesan agar anak muda terus berusaha hingga apa yang diimpikannya bisa tercapai.

“Tipsnya saat membuka usaha, jangan liat usahanya besar atau kecil, rejeki tidak bisa di pastikan semua dari Tuhan. Dan yang terpenting ada niat kerja keras,” tutup Mohid

Komentar