oleh

Diduga Karena Pemberitaan, Pers Mahasiswa UNM Diteror

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Sugi Hartono-Headline, Kampus-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) terus mendapat teror. Dugaan sementara kejadian itu berkaitan dengan pemberitaan yang mereka terbitkan pada Rabu 2 September lalu.

Kata Pimpinan Umum LPM Profesi UNM, Muhammad Sauki Maulana pemberitaan di Majalah mereka itu menyoroti kinerja lembaga mahasiswa UNM yang cenderung semrawut dan sarat pelanggaran hingga dugaan korupsi.

Termaksud terkait pecahnya internal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM dan dugaan indikasi kasus korupsi yang melibatkan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) UNM.

Kata Sauki Reportase tersebut diduga jadi pemicu teror dan ancaman di ruang kerja mereka dari gerombolan orang tak dikenal (OTK).

“Dua kaca jendela pecah, masih ada batunya. Sebelum kejadian ada memang informasi kalau ada sebagian kelompok yang tidak senang dengan pemberitaan yang kami terbitkan,” ucap Sauki.

Dia melanjutkan, sejak peristiwa tersebut, selain membuat laporan resmi ke polisi, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pimpinan kampus perihal peristiwa perusakan ini. Sauki bilang sejauh ini pihak kampus mendukung upaya mereka untuk menempuh jalur hukum untuk mengungkap kejahatan teror terhadap pers mahasiswa ini.

Meski telah dilaporkan kepada pihak Kepolisian, Sauki mengatakan rentetan teror pascapenyerangan masih kerap mereka dapatkan. “Jadi setiap malam kita tetap berjaga,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Direktur LBH Makassar Abdul Azis Dumpa yang dipercayakan untuk mendampingi LMP Profesi berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga pelaku ditangkap dan diadili.

Menurut Azis, LPM Profesi memberikan fakta-fakta sekaligus persoalan dalam pemberitaan di tabloid, yang jika dibiarkan dapat merugikan internal kampus. Dan itu merupakan karya jurnalistik.

“Dari aduan permohonan, kami melihat ada dugaan pengrusakan itu terkait dengan pemberitaan di Profesi, harus diusut tuntas karna ini soal kebebasan pers di kampus, ini akan berbahaya,” tegas Azis.

Oleh demikian, Azis meminta pimpinan kampus pencetak guru tersebut tidak mendiamkan persoalan berlarut-larut tanpa ada penyelesaian. Apalagi Rektor UNM beserta jaj