oleh

Diduga Pungli, Jangkar Desak Polres Takalar Tangkap PJ Kades Tamasaju

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Supahrin-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM- Jaringan Penggiat Anti Korupsi dan Kriminal (Jangkar) Sulawesi Selatan desak Polres Takalar untuk segera menangkap Penjabat (PJ) kepala desa Tamasaju, Sahriani.

Dimana Sahriani yang menjabat PJ Kades Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara melakukan pungutan liar (Pungli) biaya pengurusan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ke sejumlah warganya.

“PJ Kades Tamasaju ini diduga perintahkan stafnya untuk melakukan pungutan pengurusan PTSL ke warganya, untuk itu saya minta Polres Takalar menangkap PJ Kades Tamasaju,” kata Ketua Jangkar, Sahabuddin Alle, melalui via selulernya, Rabu (9 /9/2020).

Menurutnya, program PTSL berbiaya murah yang dikeluarkan Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu tidak boleh melampui batas Rp250 ribu khususnya di wilayah III Sulawesi Selatan.

“Biaya pengajuan pembuatan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) hanya dikenakan biaya Rp250 ribu, angka itu pun ditangani pihak desa bukan warga,” ujar Sahabuddin Alle menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang warga desa Tamasaju yang enggan disebutkan namanya mengaku dipunguti biaya pengurusan sertifikat prona senilai Rp350 ribu hingga Rp500 oleh perangkat desa Tamasaju.

Sementara PJ Kades Tamasaju, Sahriani saat dikonfirmasi wartawan beberapa hari lalu mengatakan bahwa pada tahun 2019 desa Tamasaju mendapatkan PTSL sebanyak 330 bidang.

“Bagi warga yang tidak lengkap alas haknya membayar Rp500 ribu dan yang lengkap alas haknya warga hanya membayar Rp 250 ribu,”kata Syahriani.

Komentar