oleh

BPJS Kesehatan Menunggak, Ini Solusinya

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Hikmah-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak covid-19, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan keringanan berupa relaksasi tunggakan.

Relaksasi tersebut diberikan kepada 1765 peserta BPJS-KIS di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku (Sulselbartramal) dengan total tunggakan sebanyak 1.849 Milyar.

Deputi Direksi Wilayah Sulselbartramal, dr.Hidayat Sumintapura mengungkapkan kehadiran relaksasi anggaran ini untuk memudahkan masyarakat menyelesaikan tunggakan iuran sehingga kepesertaannya bisa aktif kembali.

“Biasanya masyarakat takut untuk membayar tungakan dan tidak mengetahui bahwa ada program relaksasi ini sehingga kami menyampaikan ke awak media,” katanya dalam Media Gathering bersama awak media Rabu (09/09/2020)

Kehadiran program ini menurut Hidayat sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 yang mengatur mengenai penyesuaian besaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Sejalan dengan itu, Kepala Cabang BPJS Makassar, Greisthy E.L. Borotoding mengungkapkan untuk melakukan pengikiti program relaksasi ini ada tiga kanal yang bisa dipilih masyarakat yakni menggunakan Aplikasi Mobile JKN, menggunakan SIPP dan Call Center sehingga mudah untuk membayar tunggakan.

“Di Makassar sendiri, jampir 80 persen peserta menggunakan mobile JKN, dengan 724 peserta total tunggakan Rp. 824.624.440, kedua lewat aplikasi SIPP di kantor cabang sebanyak 138 peserta dengan tunggakan iuran Rp.166,594,090 dan terakhir BPJS Call Center dengan 12 peserta dan tunggakan iuran Rp.23.304.000,” ungkapnya

Dari ketiga pilihan tersebut, masyarakat bisa memilih dan bisa menyelesaikan tunggakannya hingga akhir 2020.

“Relaksasi tersebut bisa dilakukan masyarakat hingga akhir 2020, dan tunggakan 1 tahun cukup membayar 6 bulan ditambah satu bulan berjalan sehingga kartunya aktif kembali,” terang Greisthy

Komentar