oleh

Proses Lelang Rujab DPRD Takalar Bersoal, Panitia Pokja Kebingungan

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Supahrin-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN. COM- Proses lelang Rumah Jabatan (Rujab) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar dipersoalkan. Pasalnya, proses rekapitulasi dokumen penawaran yang diupload oleh rekanan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Takalar berbeda dengan hasil yang ditampilkan di Aplikasi Pengaman Dokumen (Apendo) yang dikembangkan oleh Lembaga Sandi Negara (LSN).

Komisaris CV Nayla Inti Persada, Abd Kadir Nassa mengatakan, dokumen penawaran yang di upload LPSE berbeda dengan nilai dan angka yang ditampilkan Apendo. Akibatnya, tiga dari enam perusahaan rekanan yang memasukan penawaran di LPSE Takalar, merasa dirugikan.

“Tiga perusahaan rekanan yang dirugikan itu adalah CV. Nayla Inti Persada, CV. Aufa Karya 88, Cv. Bintang Turatea. Karena tiga perusahaan ini sama persis nilai dan angkanya yang ditampilkan di LPSE Takalar, yakni Rp1.705.000.000,” katanya, Rabu (09/09).

Abd Kadir mengaku, ia juga telah mendatangi panitia Pokja untuk meminta klarifikasi terkait masalah tersebut. Hanya saja, lanjut dia, jawaban dari Muh Rustam dan Aksan serta Haris selaku Pokja, juga membingungkan.

“Mereka bertiga kebingungan setelah kami memperlihatkan bukti print out rekap yang kami upload di LPSE berbeda dengan hasil penawaran yang ditampilkan di LPSE Takalar,” ungkapnya.

“Tapi kami bersyukur, karena setelah kami melapor di panitia Pokja. Salah satu dari mereka menyikapi dengan cara menyurat ke Lembaga Sandi Negara (LSN) untuk diadakan uji forensik, dan menunggu hasilnya dua sampai tiga minggu dari sekarang,” ujar Abd. Kadir.

Sementara itu, salah satu panitia Pokja, Muh Rustam belum berhasil dikonfirmasi, saat dihubungi via telepon seluler (Ponsel) dan Whatsapp hingga saat ini.

Komentar