oleh

Pengajian di Posko Tajerimin-Havid, Membuka Pintu Keberkahan dan Hati Masyarakat

Editor : Lukman Maddu-Maros, Pilkada-

MAROS, BACAPESAN.COM – Tak ada malam Jumat tanpa pengajian di Posko Pemenangan pasangan Andi Tajerimin-Havid Fasha (Tahfidz). Termasuk malam tadi, Kamis, 17 September 2020. Santri dari tiga pondok tahfidz; Pondok Tahfidz Belang-belang, Pondok Tahfidz Teko Labbua, dan Pondok Tahfidz hadir dan mengkhatamkan Alquran.

Kegiatan serupa digelar di dua tempat lagi, masing-masing di kediaman Tajerimin sang calon bupati dan Havid calon wakil bupati. Ketua Tim Keluarga Tahfidz, Nurhasan menuturkan, pihaknya yakin betul bahwa pilkada tak semata soal kerja-kerja politik. Lebih dari itu, ada kekuatan yang sangat diperlukan, yakni doa.

“Makanya kita rutin mengaji bersama para santri dan anak yatim. Insyaallah membuka pintu keberkahan dan pintu hati masyarakat Maros,” ujarnya.

Yasinan malam tadi diisi dengan khatam Quran hingga enam kali. Sedangkan tausiah dibawakan oleh pembina Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Gurutta KH Safaruddin. Ditutup dengan pemberian santunan kepada para santri.

Selain mengharap keberkahan dalam perjuangan, imbuh Nurhasan, Tahfidz juga ingin mensosialisasikan soal keberpihakan pada sektor pendidikan.

“Pak Tajerimin dan Pak Havid komitmen bakal memperjuangkan hak dan kebutuhan siswa. Berupa pakaian seragam sekolah, gratis dari kaki hingga kepala. Supaya beban orang tua mereka berkurang,” ucapnya.

Tajerimin juga sudah mengumumkan komitmen itu pada acara deklarasi, 4 September 2020 lalu. Kata putra kelahiran Lopi-lopi, Bantimurung, itu, salah satu fungsi utama pemerintah adalah hadir memberikan kemudahan dalam urusan pendidikan.

Tajerimin memastikan jika masyarakat Maros memberikan amanah, dia akan mengalokasikan beasiswa hingga Rp25 miliar per tahun. Termasuk untuk mahasiswa S1, S2, hingga program doktoral.

Dia mengaku prihatin karena sudah bertahun-tahun pemerintah daerah tak mengalokasikan beasiswa. Padahal di kabupaten lain semisal Pangkep yang merupakan daerah tetangga, hal itu menjadi prioritas.

“Kita pahami perasaan adik-adik mahasiswa kita yang selalu menyuarakan ini, bahkan hingga melakukan demo. Sebab memang aneh jika APBD tak dimaksimalkan untuk membantu masyarakat bawah, apalagi yang ingin menempuh pendidikan,” tegas Nurhasan. (*)

Komentar