oleh

Puluhan Warga Terjaring dalam Operasi Yustisi

Editor : admin 1, Penulis : Qurniawan-Enrekang, Kesehatan-

ENREKANG, BACAPESAN.COM — Operasi Yustisi yang dilakukan oleh Tim Gabungan TNI-POLRI dan Pemerintah Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang yang bertempat di Jalan Poros Enrekang-Toraja tepatnya di depan Pasar Cakke dan di depan Kantor Bank BRI Unit Cakke, berhasil menjaring puluhan masyarakat yang tidak menaati dan belum disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, Jumat (18/09/2020).

Kegiatan operasi ini dipimpin oleh Aiptu Taslim yang menjabat sebagai Bhabinkamtibmas dan melibatkan pemerintah Kecamatan Kabupaten Enrekang serta anggota Koramil 04 Alla.

Dalam pelaksanaannya, para pengendara sepeda motor, mobil serta penumpangnya diperiksa dan terbukti masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker. Selanjutnya, mereka yang tidak menggunakan masker diberikan teguran lisan. Alhasil ada sebanyak 25 orang pengendara motor dan mobil yang terjaring razia petugas.

Kegiatan operasi yustisi yang digelar oleh personil Polsek Angggeraja Polres Enrekang, Gabungan TNI dan pemerintah Kecamatan ini ialah sebagai tindak lanjut dari instruksi presiden No.6 Tahun 2020 dan peraturan Bupati Enrekang No.42 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum dalam penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat untuk memutus rantai penularan Covid-19.

“Bahwa kegiatan operasi yustisi yang kami gelar hari ini bertujuan untuk mendisiplinkan semua warga masyarakat yang beraktivitas di wilayah Kecamatan Anggeraja untuk mengikuti protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan atau lakukan 3M Plus 1. Teguran lisan dan himbauan untuk selalu disiplin menggunakan masker. Adapun yang kedapatan tidak menggunakan masker dan tidak mengindahkanya, maka akan di berikan sanksi sosial dan denda,” ungkap Aiptu.

“Tugas kita adalah menegakkan hukum. Untuk pelaksanaan penegakan perda, itu adalah kewenangan Sat Pol PP. Kami dari polri mendampingi pelaksanaan operasi yustisi ini. Apabila dalam penegakan aturan atau perda ini ada oknum masyarakat yang tidak menerima jika dirazia dan melakukan tindakan yang berdampak hukum, maka disitulah peran kami untuk mengamankan,” tambah Minarto.

Menurutnya, meski operasi yustisi ini merupakan kewenangan Sat Pol PP, namun disinilah sinegritas bisa dibangun. Aparat atau abdi negara harus mampu menunjukkan sikap pengabdian dengan bekerja sama menegakkan suatu peraturan. Operasi yustisi ini sendiri bertujuan untuk mengambil peran penegakan dan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk bisa mematuhi perbub Mamuju Nomor 18 tahun 2020.

Komentar