oleh

Rusak Fasilitas Negara, Lima Warga Takalar Jadi Tersangka

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Supahrin-Headline, Kriminal-

TAKALAR, BACAPESAN.COM- Lima pelaku pengrusakan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Itu setelah Polres Takalar melakukan penyelidikan.

Diketahui, Kantor BPN dan Pengadilan Negeri (PN) Takalar diduga dirusak oleh oknum demonstrasi warga Desa Kale Ko’mara, pada 18 Agustus 2020 lalu.

Dalam aksi tersebut, sejumlah pendemo diduga melakukan pelemparan terhadap kaca jendela dan merusak pot tanaman di pekarangan kedua kantor tersebut.

Kasat Reskrim Polres Takalar, Arham Gusdiar, melalui KBO Reskrim, Ipda Kaharuddin membenarkan pihaknya telah menetapkan lima pelaku pengrusakan Kantor BPN Takalar dengan inisial R, C, S, N, J dan langsung melakukan penahanan di Polres Takalar.

“Kelima pelaku tersebut, merupakan masyarakat berdomisili di Desa Kale’komara, Kecamatan Polongbangkeng Utara. Dan tidak menutup kemungkinan pelaku pengrusakan Kantor BPN Takalar akan bertambah, kita lihat saja perkembangan penyelidikan,” kata Kaharuddin, Senin (27/09).

terkait laporan pengrusakan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Takalar, ia mengaku, pihaknya sudah melakukan gelar perkara untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Kedua kasus pengrusakan itu, masing masing memiliki Laporan Polisi (LP). Pada intinya kami tetap lakukan tindak lanjut perkara, dan nantinya tersangka terancam hukuman diatas 5 tahun penjara,” tegasnya.

Kepala BPN Takalar, Muhammad Naim mengucapkan apresiasinya terhadap Kapolres dan jajarannya, karena dapat mengungkap pelaku pengrusakan di kantornya.

“Kami juga sudah melaporkan di Kementrian melalui Kanwil bahwasanya pelaku pengrusakan Kantor BPN Takalar telah di tahan di Polres Takalar,” Ucap Naim.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Takalar, Nurrachman Fuadi, berharap Polres Takalar segera mengudut tuntas pelaku pengrusakan dan harus segera menangkap pelakunya.

“Supaya dapat menjadi pembelajaran buat mereka yang telah merusak fasilitas negara,” harap Nurrachman Fuadi.

Komentar