oleh

Warga Luar Parepare Dominasi Pelanggaran Perwali Protokol Kesehatan

Editor : Kalmasyari-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, BACAPESAN.COM – Pasca penegakan hukum Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 31 Tahun 2020 pada 24 September lalu diefektifkan, terdapat 284 orang terjaring razia tidak menggunakan masker.

Dari data yang dihimpun rakyatsulsel.co melalui Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satol PP) Kota Parepare, Prasetyo Catur, mengemukakan 284 orang yang melanggar, utamanya tidak menggunakan masker.

Kendati demikian, pelanggar tersebut didominasi warga luar Kota Parepare yang terjaring di tiga titik Perbatasan Kota maupun secara mobile.

“Mulai hari pertama hingga siang ini, jumlah pelanggar itu sudah ada 284 orang terdiri dari 231 orang yang kena sanksi berupa denda administratif sebesar Rp 50 ribu yang jika ditotalkan sebesar Rp 11 juta 550 ribu. Adapun 53 lainnya lebih memilih sanksi kerja sosial,”sebut Prasetyo.

Rasetyo menambahkan, dari jumlah tersebut kebanyakan terkena razia di tiga perbatasan yang hendak memasuki wilayah Kota Parepare.

“Kebanyakan yang melintas masuk ke Parepare. Jadi untuk masyarakat Kota Parepare sendiri, kita liat tingkat kesadaran menggunakan maskernya sudah terbilang baik, seperti yang diungkapkan Bapak Walikota Parepare saat Sidak beberapa hari yang lalu,”terangnya.

Selain memberi sanksi berupa denda administratif maupun kerja sosial, tambahnya lagi, petugas gabungan pun memberi teguran lisan khususnya kepada sopir angkot yang mengambil penumpang yang tidak menggunakan masker ataupun juga penumpangnya tidak menerapkan physical distancing. Begitupun pengusaha warkop dan cafe.

“Penumpang angkot atau pengunjung cafe tetap kita denda yang tidak memakai masker. Kemudian sopir angkot dan pemilik warkop kita berikan teguran lisan, baik untuk tidak menerima pengunjung yang tidak memakai masker maupun terkait physical distancing yang harus tetap diterapkannya,”tutupnya.
(***)

Komentar