oleh

Pelaku Penganiayaan Bocah Terancam 10 Tahun Penjara

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Sugi Hartono-Kriminal-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Penyelidikan kasus penganiayaan bocah yang terjadi di wilayah hukum Polsek Rappocini, masih terus bergulir. Hukuman 10 tahun penjara pun mengancam para pelaku.

Menurut Kepala Unit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Nurtcahyana ancaman itu diberikan setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan kepada para pelaku.

“Dimana mereka telah melanggar pasal 170, Jo Pasal 351 KUHP dan UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” katanya.

Kata Iptu Nurtcahyana dari sepuluh orang yang diamankan kemarin, tersangkanya mengurucut kepada tiga orang yakni Dedi (31), Dani (24), Iksan (24)

Kata Iptu Nur dari pengakuan ketiga tersangka kasus penganiayaan ini terjadi ketika korban (Fs) dicurigai telah mencuri handphone milik Zulfikar.

“Fs yang kebetulan melintas di rumah yang biasa mereka tempati kemudian dipanggil untuk masuk ke dalam rumah. Disitu remaja 14 tahun diinterogasi perihal dugaan pencurian yang dilakukan,” ujarnya

Kata Iptu Nur Dalam rumah tersebut korban terus diinterogasi untuk mengakui kalau ia telah mencuri Hp tersebut.

“Tapi korban ini mengelak, salah satu tersangka, yakni Iksan kemudian menempeleng korban berulang kali. Lalu Dedi meninju wajah korban berulang kali, sementara Dani menyentil dua kali telinga korban. Pengakuan mereka dianiaya pakai tangan saja, tidak ada benda tumpul. Sampai korban pingsan,” ucap Iptu Nurtcahyana.

Melihat Korban terkapar beberapa orang yang berada di rumah tersebut kemudian membawa ke Rumah Sakit Bahagia, Jalan Minasa Upa. Namun nyawa bocah tersebut tak tertolong lagi.

Meski begitu, saat ini penyidik masih menanti hasil autopsi jenazah Fs dari Tim Dokpol Polda Sulsel untuk menjadi alat bukti,

“Karena tersangka mengakunya pakai tangan saja, tapi tetap kita tunggu hasil tim Dokpol Polda,” ungkapnya

Saat ini kata Iptu Nur ketiga tersangka telah meringkuk di tahanan Mapolsek Rappocini, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sembari menanti hasil pemeriksaan medis dari Rumah Sakit Bhayangkara, terkait penyebab pasti kematian korban.

Komentar