oleh

Pernah Jadi Pengamen Cilik, Kini Mursalim Sandang Gelar Profesor ke-53 UMI

Editor : Syarifah Fitriani-Edukasi-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Prof Dr Mursalim SE MSi CSP ASEAN CPA memiliki perjalanan hidup yang unik hingga dirinya bisa sampai pada predikat tertinggi di perguruan tinggi.

Saat ditemui, Dosen Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis itu menceritakan perjalanan hidupnya semasa kecil. Dia menghabiskan waktu bermain di Mangki, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Menurutnya, perjalanan hidup semasa kecil sangat panjang dan berliku-liku sudah dilalui. Apalagi masih umur empat tahun dirinya sudah bekerja sebagai pengamen cilik membantu keluarga.

“Perjalanan hidup saya paling berkesan. Masa kecil saya penuh mengharukan, dimana waktu saya masa kecil umur empat tahun sudah mengamen di rumah-rumah,” ujarnya, saat ditemui, Jumat (10/10/2020).

Salah satu perjanan hidup paling berkesan bagi sosok Mursalim adalah pernah menjadi pengamen cilik di kampung halaman untuk membantu keluarga.

“Kalau ada rejeki disitu saya dapat, maka saya simpan dan sisipkan sedikit buat orang tua untuk beli buku atau kebutuhan lainnya,” terangnya.

Awalnya, Prof Mursalim sempat berfikir tidak akan sampai meraih gelar profesor dalam karir akademiknya. Mengingat pria yang akrab disapa Chaling itu, sejak kecil berasal dari keluarga sederhana.

Dengan berjalannya waktu, setelah duduk di kelas 4 SD hingga SMP, dirinya beralih profesi dari pengamen cilik menjadi petani alias buruh tani di sawah.

“Saya tinggalkan mengamen saat sudah kelas empat SD, dimana saya beralih profesi menjadi petani membantu orang tua. Hingga SMP saya bekerja sebagai buruh tani,” jelasnya.

Sebagai anak kedua dari lima bersaudara, Chaling hanya berkeinginan bisa lulus sekolah kemudian lekas mendapatkan pekerjaan untuk membantu orang tua.

Setelah tamat SMA di Parepare tahun 1990, kemudian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di jurusan Akuntasi, FE UMI Makassar 1991-1994.

Kemudian dia melanjutkan program profesi di Yogjakarta dan lulus tahun 1996. Setelah itu kembali ke UMI menjadi asisten dosen. Dan pada tahun 1997 menjadi dosen tetap setelah proses panjang.

“Saya mengabdi di UMI Sejak 1996 sebagai asisten dosen. Berjalannya waktu saya diangkat sebagai dosen tetap di jurusan Akuntasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI pada tahun 1997,” ungkapnya.

Tak terasa, waktu begitu cepat. Kini bersiap diri pada Sabtu, 11 Oktober mendatang dikukuhkan sebagai guru besar ke- 53 di UMI.

“Kini pengabdian saya kurang lebih 23 tahun saya meraih gelar Profesor ini,” terangnya.

Selama menjani hidup, dia berpegang pada Motto “Selalu Sukses Tanpa Batas”.

Bagi dia, sukses itu menjadi orang baik, kaya raya dengan cara yang baik serta cara ber.bagi dengan siapa saja. Tanpa pilih kasih.

“Orang tua saya berpesan kerja keras. Apalagi didikan ayah saya sangat keras, dimana setiap ingin meraih sesuatu haruslah bekerja keras. Disitulah saya belajar bekerja keras, saya militan ingin meraih cita-cita,” pungkasnya.

Selain akademisi, dia juga praktisi selama sepuluh tahun terakhir mendampingi tim auditor konsultan keuangan di Pemkot Makassar.

Dia berharap, generasi muda selalu disiplin dan bekerja keras. Jangan cepat menyerah, karena dirinya sudah merasakan proses panjang soal hidup.

“Apalagi pengusulan saya menjadi Professor menunggu kurang lebih sepuluh tahun. Tidak ada kata lain, selain kerja keras,” kuncinya.

Biodata

Nama lengkap: Prof Dr Mursalim SE M.Si, CSP ASEAN CPA
Nama panggilan: Chaling
Tanggal Lahir: Mangki Pinrang 5 Junin1971
Agama : Islam
Pekerjaan: Dosen Tetap FEB UMI sejak 1997 dan Pascasarjana sejak 2003.
Istri : Dr. Nurlinda Udin Husain, SE, MM (Dosen Tetap STIE Tri Darma Nusantara, Makassar)

Komentar