oleh

LSM Desak Polisi Usut Ulang Kasus Ijazah Palsu, Legislator: Kasus Lama!

Editor : admin 1, Penulis : Supahrin-Berita, Daerah, Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar dari Partai PPP, H Nurdin geram setelah Jaringan Penggiat Anti Korupsi dan Kriminal (Jangkar) Sulsel mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan ijazah palsu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar.

Tudingan tersebut ternyata membuat anggota DPRD Takalar, Nurdin, menjadi geram. Menurut dia, mengapa diungkap kembali, padahal kasus ini sudah selesai sejak tahun 2014 lalu. Dan Pihak Polres Takalar sudah mengeluarkan surat pemberitahuan hasil perkembangan penyelidikan dengan nopol B/279/XII/2014/Reskrim ke pelapor, yakni Akbar.

Dengan pertimbangan hukum setelah dilakukan penyelidikan mengenai permasalahan pemalsuan surat dan atau menggunakan surat palsu berupa ijazah strata satu Universitas Satria Makassar pada saat mendaftar sebagai caleg DPRD Kabupaten Takalar tahun 2009 dari Partai PPP.

Dimana Nurdin pada tahun 2009 sebagai Caleg dari Partai PPP dari Dapil III Takalar, dan dia mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Takalar dengan menggunakan ijazah Strata satu Fakultas Hukum Universitas Satria Makassar.

Berdasarkan surat Kapolres Takalar nomor 2396/IX/2014/Reskrim tanggal 7 november 2104 yang ditujukan kepada Rektor Universitas Satria Makassar dengan hasil klarifikasinya, H. Nurdin, Fakultas Hukum, program Studi, Ilmu hukum dengan jenjang program S1 tercatat sebagai mahasiswa aktif Fakultas Hukum Universitas Satria Makassar melalui prosedur perkuliahan yang benar.

Sehingga penyelidik berkesimpulan bahwa dugaan pemalsuan dan atau menggunakan surat palsu berupa ijazah Strata satu Universitas Satria Makassar belum ditemukan bukti permulaan yang cukup, namun apabila dikemudian hari ada fakta fakta dan atau bukti bukti baru yang mendukung kami akan tindaklanjuti.

“Surat pemberitahuan hasil perkembangan penyelidikan itu dikeluarkan oleh AKP. Abd Malik, Kasat Reskrim Polres Takalar pada waktu itu,” jelas Nurdin melalui surat tersebut ke Rakyatsulsel, Minggu (11/10/2020) malam.

Sementara Erni Harela anggota DPRD Takalar dari Partai PAN yang juga diduga telah menggunakan ijazah palsu mengakui telah diperiksa oleh Polda Sulsel dan telah dilakukan gelar perkara beberapa tahun yang lalu.

Bahkan, Erni Harela juga mengatakan telah diberikan salinan hasil gelar perkara. Hanya saja, dia tak bisa berkomentar banyak tentang hasil gelar perkara itu, dengan alasan sudah tidak ingat.

“Lebih jelasnya, datang maki ke Polda Sulsel untuk konfirmasi. Karena saya sudah lupa hasil gelar perkaranya,” ujar saat dikonfirmasi via telepon seluler, Minggu (11/10/2020) malam.

Sedangkan Amiruddin Mami anggota DPRD Takalar dari Partai PDI-P, yang juga diduga memakai ijazah palsu, saat ini tengah diproses hukum oleh Aparat Penegak Hukum.

Komentar