oleh

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Toraja (APMT) Tolak Omnibus Law

Editor : magang, Penulis : Cherly-Daerah, Tana Toraja, Toraja Utara-

TORAJA, BACAPESAN.COM – Ratusan pemuda dan mahasiswa serta organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Toraja (APMT) menggelar demo di Toraja untuk menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Mereka mendatangi kantor DPRD kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara untuk menyampaikan penolakan.

Menurut koordinator lapangan APMT Alfa T, dalam orasinya ia mengatakan bahwa APMT yang terdiri dari 24 organisasi kepemudaan dan mahasiswa menolak Omnibus Law UU Ciptaker karena dianggap tidak berpihak pada masyarakat.

“RUU Omnibus Law Ciptaker ini melanggar Indonesia karena mengabaikan dasar pembentukan hukum dan dapat menjadi pintu poligarki yang tidak berpihak kepada masyarakat. Untuk itu, kami menolak Omnibus Law UU Ciptaker tersebut,” jelas Alfa dalam orasinya di depan kantor DPRD Tato, Senin (12/10/2020).

Sementara itu ketua DPRD Tator Welem Sambolangi kepada mahasiswa saat menerima APMT mengatakan, DPRD Tator sangat mendukung langkah penolakan yang dilakukan oleh mahasiswa yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kepentingan masyarakat banyak serta memiliki kepekaan terhadap persoalan dalam masyarakat.

“Kami akan bersama-sama dengan adik-adik mahasiswa untuk menolak Omnibus Law Ciptaker ini. Oleh karena itu, DPRD akan mengirim surat ke DPR RI secepatnya untuk menolak UU tersebut,” janji Welem.

Saat menyampaikan orasinya, para mahasiswa sempat bakar ban di depan kantor DPRD Tator dan sempat bersitegang dengan pihak keamanan karena pihak keamanan sebelumnya meminta agar mahasiswa untuk tidak membakar ban.

 

Komentar