oleh

Bawaslu Laporkan Danny-Fatma ke Polrestabes Makassar, Ada Apa?

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Headline, Pilkada-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar laporkan dugaan tindakan pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan oleh pasangan Moh Ramdan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) ke Polrestabes Makassar.

Pelaporan tersebut, atas Kasus praktek politik uang dengan modus pemberian sembako kepada masyarakat.

Ketua Tim Hukum paslon nomor urut 2, Yusuf Gunco selaku yang melaporkan kasus tersebut, menyebut unsur penegak hukum pemilu yaitu Bawaslu, Kejaksaan, dan Kepolisian, memutuskan bahwa perkara dugaan praktek politik uang yang dilakukan paslon nomor urut 1 itu memenuhi unsur pidana pemilu.

Yusuf mengatakan saat ini, kasusnya sudah ditingkatkan dari status penyelidikan menjadi penyidikan yang akan dilakukan oleh polisi.

“Bawaslu berwenang melaporkan, bersama-sama kami sebagai pelapor kasus ini. Kami sudah mendapat panggilan dari Bawaslu untuk melapor ke Poltabes. Anggota saya ke sana,” ujar Yusuf Gunco, Selasa (13/10/2020).

Pasalnya, ini merupakan kali kedua bagi Danny Pomanto tersangkut kasus pelanggaran Pemilu. Sebelumnya, tahun 2018 Dhanny Pomanto yang juga sebagai petahana, dan berpasangan dengan Indira Mulyasar terbukti melakukan pelanggaran administrasi pemilu sehingga didiskualifikasi dari keikutsertaannya dalam Pilkada.

Kali ini, dilaporkan oleh Tim Hukum paslon nomor urut 2, Munafri Arifuddin – Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman), yang dipimpin oleh pengacara senior, Yusuf Gunco.

Yusuf mengatakan dirinya bersama dengan lima orang saksi, dan satu orang ahli sudah diperiksa dan dimintai keterangan.

“Kami sudah dimintai keterangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yusuf mengatakan ke-lima saksi tersebut, terdiri dari tiga saksi penerima beras, satu saksi yang melihat beras diturunkan dari mobil boks ke rumah yang diduga salah satu posko Adama. Satu lagi saksi yang membuat video kegiatan penurunan beras.

“Tempatnya itu di Tamajene, Kelurahan Karuwisi Utara, RT 03 RW 07, Kecamatan Panakukang berdasarkan video rekaman yang kami terima dan beberapa bukti lainnya seperti foto-foto dan juga tanda bukti penerima sembako itu. Jadi kami tidak gegabah, ini kita laporkan dengan pertimbangan ada banyaknya bukti yang valid bahwa Paslon nomor urut 1 ini diduga kuat melakukan money politic,” ungkapnya.

Yusuf dan timnya melaporkan dugaan pelanggaran terkait bagi-bagi sembako yang dilakukan paslon lain ke Bawaslu Makassar. Laporan resmi ini ditandai dengan tanda bukti penerimaan laporan Nomor: 013/LP/PW/KOT/27.01/X/2020. Laporannya ini terkait dugaan tindak pidana dan atau administrasi Pilkada.

Komentar