oleh

Keadaan Halte TransJakarta Usai Dibakar Demonstran

Editor : magang-Metro, Peristiwa-

BACAPESAN.COM – Penolakan terhadadap Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang terjadi belakangan ini menyebabkan berbagai unjuk rasa dan bentrok yang akhirnya berdampak pada rusaknya sejumlah halte TransJakarta. Beberapa halte dibakar oleh massa dan menyebabkan kerusakan berat, Kamis (8/10/2020).

Tiga halte yang mengalami rusak berat yakni Halte Sarinah, Halte Bundaran Hotel Indonesia (HI), dan Halte Tosari. Namun, ketiga halte tersebut sudah bisa kembali beroperasi pada Senin (10/10/2020).

Ketiga halte tersebut tetap beroperasional seperti hari-hari normal. Bus tetap berhenti normal, penumpang pun bisa menggunakan bus seperti biasa. Bedanya, di ketiga halte tersebut masih terlihat sisa-sisa kerusakan berat. Bagian yang tengah diperbaiki ditutup dengan bedeng. Kemudian diberi spanduk bertuliskan “HALTE INI MILIK RAKYAT YANG SEDANG KAMI PERBAIKI”. Ada pula spanduk lain bertuliskan “KAMI BERBENAH KARENA PENGALAMAN DAN PELAYANAN TERBAIK ADALAH HAK ANDA”.

Para penumpang pun terlihat tidak terkendala menggunakan TransJakarta meskipun sedang ada perbaikan halte. Namun, khusus di Halte Bundaran HI akses masuk halte hanya bisa melalui jalur Stasiun MRT. Untuk jalur luar yang berada di seberang Hotel Pullman tidak bisa digunakan, karena sedang dalam perbaikan.

Kendati demikian, jumlah penumpang di 3 halte tersebut terbilang normal. Tidak terlalu sepi, tidak juga terlalu ramai. Untuk armada bus yang berlalu lalang mengangkut penumpang pun datang dengan jeda tidak terlalu lama.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan halte-halte yang rusak memang sudah diinstruksikan agar segera beroperasi kembali. Supaya mobilitas warga tidak terganggu.

“Halte-halte tersebut belum bisa difungsikan secara total dan baru difungsikan dengan pola minimum operation,” kata Sardjono.

Komentar