oleh

Bangga Ada Orang Bantimurung Bertarung di Pilkada

Editor : Lukman Maddu-Pilkada-

MAROS, BACAPESAN.COM – Lima puluh kursi yang disiapkan panitia silaturahmi tatap muka calon bupati Andi Tajerimin di Pakalu, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Rabu malam, 14 Oktober 2020, terisi. Bahkan panitia harus meminta maaf karena banyak warga yang tidak bisa duduk di lokasi acara, demi mematuhi regulasi pencegahan penularan Covid-19.

Antusiasme itu tak lepas dari sosok Tajerimin. Putra asli Bantimurung. Lahir di sebuah kampung bernama Lopi-lopi. Lebih dari 30 tahun dia memutuskan merantau ke Papua. Setelah mapan sebagai pengusaha, dia pulang kampung.

“Saya sengaja kembali setelah memapankan diri. Agar saya bisa fokus mengabdi. Saya tidak pulang untuk cari uang,” ujar Tajerimin.

Makanya, agar tak tersandera kepentingan cukong, dia menolak sponsor pada kontestasi ini. Bersama pasangannya, Havid S Fasha (paket ini berakronim Tahfidz), Tajerimin menggunakan pundi-pundi sendiri dalam segala operasional.
Ansar Nompo, anak dari tokoh sesepuh Golkar almarhum Haji Nompo menuturkan, sudah sepantasnya jika masyarakat Bantimurung memilih orang Bantimurung juga. Apalagi, calonnya memang punya kapasitas.

“Kami pun yakin bisa memenangkan Pak Tajerimin di Bantimurung ini,” tuturnya.

Ansar menambahkan, ada pengalaman unik. Beberapa calon maju pilkada yang datang ke tempat itu dalam beberapa tahun terakhir, semuanya terpilih bupati. Ada juga anggota DPRD dan semua duduk.
“Dan kali ini Pak Tajerimin Nur. Insyaallah jadi bupati juga,” imbuhnya.

Dukungan perempuan juga terus mengalir. Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar Maros, Mariani Sattar berjanji akan melakukan yang terbaik untuk Tahfidz. “Kami perempuan bukan penonton. Kami juga bisa jadi pejuang. Insyaallah kami bisa menangkan Tahfidz yang juga merupakan putra asli Maros, khususnya Bantimurung,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Partai Gerindra Bantimurung, Mursalim Landu menyampaikan titipan petani. Agar Tajerimin bisa memfungsikan sumur bor pada beberapa titik di Tompo Balang sehingga petani bisa panen tiga kali. (*)

Komentar