oleh

Merasa Dirugikan, Kontraktor Minta Kabid Anggaran BPKD Takalar Diperiksa

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Supahrin-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM- Direktur CV Aqilah Kontruksi, Syahrir Rasyid Daeng Ngopa kecewa dan merasa dirugikan oleh Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Takalar.

Pasalnya, dua proyek dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Kabupaten Takalar Bidang Sumber Daya Alam (SDA) dengan anggaran secara keseluruhan sebesar Rp300 juta lebih yang bersumber dari APBD TA. 2020 telah selesai dia kerja pada bulan september lalu, namun anggarannya tiba tiba hilang di BPKD Takalar.

Padahal menurut Syahrir Rasyid dia telah mencairkan uang muka 30 persen dengan nilai Rp200 juta lebih dari dua proyek tersebut. Sehingga tak ada alasan pihak BPKD untuk tidak membayarkan.

Selain itu, proyeknya tersebut telah di PHO bahkan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Takalar telah mengeluarkan Surat Perintah Membayar (SPM) untuk pengajuan pencairan ke BPKD Takalar.

Namun setelah sampai ke BPKD, anggaran kegiatan itu sudah tidak ada di rekening. Pihak BPKD hanya berjanji tanpa ada kepastian.

“Sebenarnya apa yang dilakukan pihak BPKD sangat merugikan kami selaku rekanan. Karena kita sudah mengambil uang muka dan kita kerja sampai selesai 100 persen dan tiba tiba pihak Keuangan bilang nanti lihat dulu apa sisa anggaran cukup atau tidak..jadi anggarannya kemana?” kesal Syahrir Rasyid.

Sementara, lanjut dia, ada beberapa kegiatan anggaran pokok tahun 2020 yang baru berjalan dan pihak BPKD Takalar telah memberikan uang muka.

“Padahal seharusnya itu, BPKD membayarkan dulu ke pihak Rekanan yang telah menyelesaikan 100 persen kegiatannya. Ataukah, jangan sampai anggaran kegiatan kami yang dipakai untuk membayar di kegiatan yang baru berjalan,” cetusnya.

“Kalaupun BPKD tak mau membayarkan, tentunya saya selaku korban meminta ke aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera memeriksa Kabid anggaran dan Kepala BPKD Takalar. Karena kuat dugaan anggaran proyek kami telah diselewengkan,” pinta Syahrir Rasyid Daeng Ngopa, kamis (15/10).

Sementara Kepala Bidang Anggaran, Yusuf Susendi saat berusaha dikonfirmasi via WhatsApp, tak mendapat respon.

Komentar