oleh

Erwin Aksa Diperkarakan Adama, Raihan Husain: Keliru Itu

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Pilkada-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Wakil Ketua PPP Kota Makassar, Raihan Husain menggelang kekuatan melawan Tim Hukum pasangan calon (Paslon) Walikota Makassar nomor urut 1, Moh Ramdhan Pumanto – Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma).

Raihan menggalang sejumlah pengacara kalangan anak muda untuk membela ketua tim pemenangan paslon Appi-Rahman itu, Erwin Aksa.

Diketahui, sebelumnya Tim Hukum dari Adama melaporkan Erwin Aksa setelah mengkritik kinerja Danny Pumanto selama menjabat sebagai walikota Makassar 2018 lalu. Erwin mengkritik dengan mengatakan di bawah kendali DP- sapaan akrab Danny Pomanto, Makassar tidak mengalami kemajuan yang signifikan dibanding kota lain di Indonesia seperti Surabaya.

Menurut Tim Hukum Adama, Erwin Aksa telah mengkampanye hitamkan DP.

Raihan mengatakan pengacara muda yang digandengnya untuk melawan Tim Hukum dari Adama sangat antusias dalam membela Erwin Aksa. Bahkan, ia menyebut akan membuktikan bahwa laporan Tim Hukum nomor urut 1 itu tidak memenuhi unsur kampanye hitam.

“Teman-teman pengacara gemes aja. Mereka sangat antusias untuk membela pak erwin. Kami akan mendampingi pak Erwin dan membuktikan bahwa laporan tim hukum Adama tidak memenuhi unsur kampanye hitam,” ujar Raihan, Kamis (15/10/2020)

Dikatakan Raihan, banyak diantara pengacara muda itu,menghubunginya langsung untuk meminta dilibatkan dalam Tim Hukum yang nantinya akan mmendampingi Erwin Aksa.

“Ini karena mereka hanya melihat pak Erwin memang hanya mengkritik. Apalagi yang dikritik itu kinerja pemerintahan,” ungkapnya.

Raihan menjelaskan kategori kampanye hitam dalam pilkada, dalam pasal 280 ayat (1) huruf C UU Pemilu menyebutkan setiap pelakasana, peserta, dan tim sukses dilarang menghina seseorang, Agama, suku, ras, golongan, calon, dan atau peserta pemilu lain. Pada huruf D memuat larangan menghasut dan mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat, dan mengatur larangan kampanye yang mengganggu ketertiban umum.

Menurutnya, kritikan yang dikontarkan oleh Erwin Aksa bukan dikategorikan kampanye hitam, karena tidak masuk dalam pasal 280 ayat (1) huruf C UU Pemilu dan

“Kalau tidak memuat unsur itu, bukan dikategorikan kampanye hitam. jadi keliru itu Tim Hukumnya Adama kalau kritik Erwin Aksa dikategorikan kampanye hitam,” pungkasnya.

Komentar