oleh

Risman Maklum Elektabilitas ADAMA Tinggi Karena Dicampur Beras

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Pilkada-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – elektabilitas pasangan calon Walikota Makassar Nomor urut 1 Moh Ramdhan Pumanto – Fatmawati Rusli unggul berdasarkan hasil survei CRC beberapa hari lalu. Politikus Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai sebut wajar karena dicampur beras.

Sebelumnya, Pasangan “Adama” diduga melakukan pelanggaran pemilu sekaligus pelanggaran pidana yaitu diduga lakukan politik uang atau pembagian beras kepada warga.

Saat ini, laporan resmi ke Bawaslu Makassar ditandai dengan tanda bukti penerimaan laporan Nomor: 013/LP/PW/KOT/27.01/X/2020. Laporannya ini terkait dugaan tindak pidana dan atau administrasi pilkada.

Dugaan pelanggaran pemilu sekaligus pelanggaran pidana dari ADAMA itu sendiri, tengah berproses di Polrestabes Makassar setelah pihak Bawaslu Makassar melimpahkan kasusnya.

Menurut Politisi Partai Golkar itu, tingginya elektabilitas pasangan “Adama” itu, buka murni karena disukai masyarakat melainkan ada faktor lain.

“Kalau hasil survei elelektabilitas calon itu tinggi ya wajar. Jangan heran karena dicampur-campur dengan beras. Kita lihat saja, apakah cara itu bisa berhasil di Makassar, apalagi kan sudah diproses di Bawaslu. Pola calon di pilkada dengan membagikan materi atau beras memang sangat marak dalam pilkada, semoga berasnya itu bukan beras dari kabupaten Sidrap yang kualitasnya sangat bagus, karena di Makassar beras Sidrap banyak saingannya sebagai ibu kota provinsi,” ujar Risman, Kamis (15/10/2020).

Risman mengatakan pola calon pilkada dengan membagikan materi (beras) memang sangat marak dalam pilkada.

Lebih lanjut, ia menyebut publik tentunya menaruh harapan besar kepada Bawaslu dan Gakkumdu dapat mengusut tuntas dugaan politik uang yang bermodus pembagian beras oleh tim relawan calon.

“Kalau memang terbukti sejatinya Bawaslu segara menindak dan menegakkan aturan termasuk mendiskualifikasi calon tersebut. Jangan biarkan Makassar dilumuri dengan beras,” tegasnya.

Komentar