oleh

Indonesia Bangkit dari Kemungkinan Resesi

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Hikmah-Keuangan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Sejak Covid 19 merebak di berbagai negara baik negara maju maupun berkembang, ancaman resesi tak ubahnya seperti bayang bayang.

Berbagai negara tumbang, disebabkan ekonomi tak mengalami pertumbuhan dan berada di angka minus dua kuartal berturut turut.

dilansir dari Liputan6.com, puluhan negara yakni Selandia Baru, Amerika Serikat, Jerman, Hongkong, Singapura, Korea Selatan, Australia, Prancis, Spanyol, Italia, Inggria, Filipina, Thailand, Malaysia, Polandia, Jepang, Afrika Selatan, Albania, Angola, Arab Saudi, Argentina, Austria, Bahrain, Barbados, Belanda, Belgia, Belize, Brasil, Ekuador, Finlandia, Guyana Khatulistiwa, Iran, Kanada, Latvia, Lebanon, Lithuania, Makau, Meksiko, Mongolia, Palestina, Peru, Portugal, Republik Ceska, Slovakia, Sudan, Swiss, Tunisia, Ukraina, Venezuela dan Yunani dinyatakan resesi.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Di kuartal II 2020, Indonesia mengalami kontraksi hingga minus 5,32 persen sebagai dampak dari melemahnya ekonomi akibat pandemi.

Angka ini mengundang kekhawatiran bahwa Indonesia akan berada di deret negara yang mengalami resesi dikemudian hari. Namun, Mentri Keuangan, Sri Mulyani menepis kemungkinan ini, dirinya memprediksi di kuartal ke III perekonomian Indonesia akan kembali menguat.

Menanggapi hal tersebut, Direktur BI Sulsel, Endang Kurnia Saputra ikut membenarkan. Menurutnya pelabelan resesi pada sebuah negara tidak serta merta diberikan.

Disisi lain kata Endang, saat ini Indonesia telah berangsur pulih. Di Sulsel misalnya, berbagai lini perekonomian kembali beroperasi. “Perdangangan kan sudah mulai berjalan, ekspor bahkan mengalami peningkatan” Kata Endang

Bahkan kata Endang, untuk menggeliatkan kembali ekonomi, pihaknya mensupport UMKM.

“Baru baru ini kami melaksanakan Anging Mammiri Creative Festival, itu memang kita memfasilitasi UMKM dan Alhamdulilah transaksi kemarin mencapai 3,2 Milayar”pungkasnya.

Dengan adanya beragam upaya untuk meningkatkan ekonomi, serta pandemi yang mengalami pengurangan kasus, besar kemungkinan Indonesia mampu bangkit dari ancaman resesi.

Komentar