oleh

Penuhi Panggilan Penyidik, Danny: Ada Rekayasa Dalam video

Editor : admin 1, Penulis : Ratih-Pilkada-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pumanto penuhi panggilan penyidik Polrestabes Makassar perihal dugaan politik uang.

Paslon nomor urut 1 itu, dipanggil atas dugaan politik uang yang dilakukan dengan membagikan sembako ke warga.

Mantan Wali Kota Makassar itu, menyebut diperiksa sebagai saksi dari tuduhan pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Appi-Rahman terkait bagi-bagi beras. Pasalnya, ada 18 pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepada Danny.

“Pemeriksaan sebagai saksi dari tuduhan paslon 2 terhadap bagi-bagi beras di Karuwisi Utara, ada 18 pertanyaan. Saya juga heran karena yang suka bagi-bagi beras ini terlihat dalam video yang beredar. Sebelum beredarnya video ini justru bukan kita. Maka kita sampaikan ke penyidik. Begitu melihat video itu saya suruh tim hukum untuk mengusut,” ujar Danny- sapaan akrab Moh Ramdhan Pumanto, Senin (19/10/2020).

Danny mengaku heran atas tuduhan politik uang yang dilontarkan kepadanya. Untuk itu, ia meminta kepada tim hukumnya untuk mengusut tuntas masalah tersebut.

“Saya pikir jangan sampai ada yang memakai spanduk kita. Saya sampaikan ke penyidik seperti itu dilaporan berita acara saya juga sampaikan seperti itu, sehingga saya berpikir jangan sampai ini mereka bagi-bagi sembako lalu kita yang dituduh, aneh barang ini. Saya mendapat informasi bahwa kenapa polisi yakin karena listnya itu tertulis kata ADAMA, setelah diusut kembali oleh tim kita ternyata tidak ada itu kata ADAMA, berarti ada yang rekayasa itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Danny menyebut bukti berupa video yang diberikan penyidik keadanya merupakan rekayasa. Pasalnya, video tersebut menampilkan adanya paket sembako berupa beras yang diangkut dengan mobil box kemudian diturunkan di salah satu rumah yang diduga sebagai salah satu posko ADAMA itu,

Diketahui, paslon ADAMA dilaporkan oleh Tim Hukum paslon nomor urut 2, Appi-Rahman yang dipimpin pengacara senior Yusuf Gunco.(*)

Komentar