oleh

Jubir ADAMA Bantah Tudingan Tak Percaya Penyidik dan Bawaslu

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Pilkada-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kerumunan pendukung paslon nomor urut 2, Moh Ramdhan Pumanto – Fatmawati Rusli (Danny-Fatma) menyemuti Polrestabes Makassar, Juru Bicara (Jubir) pasangan ADAMA, Indira mulyasari sebut massa yang datang bukan atas permintaan pihaknya.

Indira menyebut kerumunan ADAMA yang hadir mengawali proses penyidikan Danny, merupakan bentuk solidaritas relawan yang tak ingin meninggalkan jagoannya itu.

“Tidak ada permintaan sama sekali dari Danny maupun Fatma untuk mereka turun. Tidak bisa kita bendung juga. Intinya adalah mereka gemas dengan cara-cara seperti ini,” ujar Indira, saat dikonfirmasi lewat telephone, Senin (19/10/2020).

Jubir pasangan Adama itu, menyebut kerumunan massa pendukung Danny yang menyemuti polreatabes Makassar bukan atas intruksi dari pihaknya. Melainkan massa merasa gemes dengan cara-cara seperti itu.

“Bukan berarti kami sengaja kerahkan massa. Tidak seperti itu. Tidak ada instruksi sama sekali. Kita mau turunkan sekian banyak orang. Tidak ada sama sekali. Betul-betul kemauan mereka sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia membantah adanya niatan pendukung ADAMA menekan kepolisian dan bawaslu dalam menangani kasus tersebut.

“Tidak ada juga niat menekan polisi. Tidak begitu. Apa dayanya kita tekan-tekan polisi. Kita sangat menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Kita dipanggil, kita datang. Tetapi kali ini mereka turun dengan sukarela. Mereka tak ingin Pak Danny jalan sendiri. Meyakinkan juga bahwa masih banyak orang di belakang Pak Danny yang memang militan,” tegasnya.

Komentar