oleh

Tiga Bank Syariah Milik BUMN Di Merger

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Hikmah-Headline, Perbankan-

JAKARTA, BACAPESAN.COM- Tiga Bank Syariah terbesar dibawa naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan digabungkan (merger).

Ketiga Bank syariah tersebut ialah PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS).

Penggabungan ini dilakukan guna membawa Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia dan untuk meningkatkan daya saing bank syariah baik di tingkat nasional maupun global.

“Seperti diketahui, Republik Indonesia merupakan negara dengan komposisi penduduk muslim yang cukup tinggi. Meskipun demikian, tingkat penetrasi aset syariah dibandingkan dengan aset perbankan secara umum di Indonesia pada tahun 2019 masih tergolong rendah, yaitu dibawah 8%. Jika dibandingkan dengan penetrasi aset syariah pada tahun 2019 di negara-negara dengan jumlah penduduk muslim yang tinggi seperti Malaysia, Kuwait, Bahrain, Brunei, dan Saudi Arabia yang rata-rata diatas 20% dan bahkan ada yang mencapai diatas 50%, penetrasi di Indonesia tergolong rendah,” jelas Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Menurut Hery, dengan adanya rencana Penggabungan, diharapkan Bank Hasil Penggabungan akan memiliki modal dan aset yang cukup, dari segi finansial, sumber daya manusia, sistem teknologi informasi maupun produk-produk untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan prinsip syariah.

“Penggabungan ini diharapkan dapat meningkatkan penetrasi aset syariah serta meningkatkan daya saing Bank Hasil Penggabungan sehingga dapat bersaing secara global dengan 10 bank syariah terbesar di dunia,” lanjut Hery.

Dari sisi prospek usaha, Bank Hasil Penggabungan akan menjadi ‘Champion’ Bank Syariah yang dapat meraih potensi pasar syariah yang sampai dengan saat ini belum tersentuh.

“Dengan lebih dari 200 juta populasi muslim di Indonesia dan penetrasi keuangan syariah yang masih rendah pada saat ini yaitu kurang dari 7%, menunjukkan bahwa potensi bank syariah kedepannya masih sangat besar dan dengan adanya Penggabungan ini, maka diharapkan Bank Hasil Penggabungan akan memiliki permodalan dan kapasitas yang memadai untuk mengoptimalkan potensi tersebut,” urainya

Selain itu kata Hery, jika diteliti ketiga bank syariah peserta penggabungan memiliki kekuatannya masing-masing.

“Strategi dan fokus bisnis masing-masing bank telah berhasil mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang positif,” katanya