oleh

Upayakan Pemulihan Ekonomi, Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Hikmah-Keuangan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan terus mendukung upaya pemulihan ekonomi pasca merebaknya covid 19 di bulan Maret lalu.

Tercatat sejak kuartal I di tahun 2020, perekonomian mulai mengalami kemunduran  yang berada di angka 2,97 persen dari target semula sebesar 4,5 hingga 4,6 persen. Memasuki kuartal ke II di 2020, perekonomian Indonesia makin tersungkur akibat kontraksi dan mencetak angka -5,32 persen. Kemunduran ini diperkirakan akan terus terjadi hingga covid 19 berakhir.

Di Sulawesi Selatan Sendiri, pertumbuhan ekonomi di triwulan l masih cukup aman dengan cetakan angka 3,07 persen. Meski terkesan melambat dari triwulan di tahun sebelumnya. Masuk di triwulan ke II, terjadi kontraksi ekonomi yang membawa Sulsel ke angka -3,87 persen.

Direktur BI Sulsel, Endang Kurnia Saputra dalam taklimat media Kamis (22/10/2020) Menjelaskan, kondisi pandemi saat ini memang sulit untuk memprediksi pertumbuhan ekonomi, meski demikian berbagai upaya dilakukan untuk mendukung pemilihan ekonomi.

“Salah satu upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan Bank Indonesia adalah mempertahankan suku bunga berada angka 4.0, angka ini telah bertahan sejak Juli 2020 lalu.  Sebelumnya BI telah melakukan penurunan suku bunga selama empat kali yakni pada februari, maret, Juni dan Juli, ” ujar Andang Kamis (22/10/2020)

Lanjut Andang, hal tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ditengah inflasi yang diperkirakan tetap rendah sehingga realisasi APBN 2020 dapat dipercepat.

“Sejauh ini, Bank Indonesia telah melakukan pembelian SBN di pasar perdana hingga 8 Oktober lalu sebesar Rp 60,18 T. Selain itu, dilakukan juga pendanaan terhadap public goods melalui pembelian SBN secara langsung sebesar Rp. 229,68 T serta pendanaan terhadap non public goods-UMKM  sebesar Rp. 99,88 Triliunan”lanjutnya.

Selain mempertahankan suku bunga, Bank Indonesia juga tetap menjaga kebijakan moneter,dan mendukung stimulasi ekonomi, mempercepat pendalaman terhadap pasar uang, mendorong pertumbuhan UMKM serta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital.