oleh

Gagalnya DP Seret Deng Ical, PDIP: Kami Fokus Pemenangan DILAN

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Pilkada-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Ketua DPC PDIP Makassar, Andi Suhada Sappaile menyebut lebih memilih fokus untuk memenangkan pasangan calon (Paslon) Wali Kota Makassar Syamsu Rizal – Fadli Ananda (DILAN) dibanding memikirkan kegegalan kepemimpinan Danny-Ical periode 2014-2019 lalu.

Menurut Suhada, kinerja Deng Ical sudah baik dimasa jabatanya saat itu. Hanya saja, karena disebut-sebut berpasangan dengan Danny Pumanto maka nama Deng Ical juga ikut terseret.

“Kalau menanggapi tensi politik yang sekarang memanas kami dari dilan tidak ingin ikut campur dalam hal itu, terkait peran Wakil Wali Kota, Deng Ical  kami juga berpikir yang namanya satu pasang itu tidak berpikir satu saja yang bikin masalah. Jadi tetep dua-duanya ikut walaupun Wakil Wali Kotanya, Deng Ical kerjanya sudah bagus,” ujar Suhada, Jum’at (23/10/2020)

Sebelumnya, mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar itu dinilai gagal memimpin Kota Makassar, lantaran ada beberapa programcprogramnya yang tidak terealisasi dengan baik.

Lebih lanjut, Suhada menyebut yang namanya politik memang saling mencari-cari kesalahan lawan poslon sudah bukan hal baru lagi.

“Tetap saja diikutkan karena ini merupakan pasangan bukan masing-masing. Apapun yang dibuat oleh salah satunya maka satunya juga ikut karena menyangkut pemerintahan. kita pilih bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kotanya itu tidak bisa terlepas walaupun kita tahu kerja-kerja deng Ical cukup bagus cuman yang namanya politik saling mencari kesalahan,” ujarnya.

Wakil ketua tim pemenangan jargon DILAN itu, menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mengurus kegagalan DP. Ia menyebut gajoannya itu, fokus dipemenangan Pilwali Makassar 2020 secara bersih dan berjuang dengan visi misinya untuk mensejahterakan masyarakat kota Makassar.

“Kami sekali lagi tidak mengurus, seperti yang kita tahu dari jubir sendiri tidak mau urus itu, kita urusnya bagaimana kita punya paslon ini menang kalau kita mau urus seperti itu habis tenaga untuk mengurus seperti itu. Kami ingin menang secara fight tidak ada ingin membuat dengan yang tidak-tidak kita mau  clean,” tegasnya.

Kendati demikian, beberapa lembaga survey yang telah dirilis jagon DILAN itu berada pada posisi nomor urut 3 dari kandidat lain. Namun, Suhada mengatakan hal tersebut bukan penentu kemenangan paslon.

“Survai itu bukan penentu kemenangan tetapi salah satu indikator, namanya juga survai wajar saja karena yang digunakan masing-masing mungkin berdasarkan pesanan. Kita juga belum pernah mengeluarkan survai secara resmi,” pungkasnya.