oleh

KPU Sulsel akan batasi jumlah pemilih di Pilkada Serentak 2020 maksimal 500 orang tiap TPS

Editor : admin 1, Penulis : Ratih-Pilkada-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel akan membatasi jumlah pemilih di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) maksimal 500 orang dalam pilkada serentak 2020 mendatang.

Komisioner KPU Sulsel Divisi Hubungan Masyarakat, Data, Informasi dan Antar Lembaga, Uslimin menyebut akan memastikan disetiap TPS jumlah pemilih dibatasi maksimal 500 orang hingga daftar pemilih tetap (DPT) ditetapkan.

“Di Sulsel kami akan pastikan tidak ada satupun TPS yang sampai 500 orang hingga penetapan DPT,” ujar Uslimin, Senin (26/10/2020).

Lebih lanjut, Uslimin mengatakan saat hari H pilkada serentak 2020 mendatang, pihaknya akan menegakkan protokol covid-19. Selain itu, KPU akan mengatur jadwal kedatangan pemilih ke TPS berdasarkan undangan.

Pasalnya, seperti setiap TPS akan disemprotkan disinfektan, ukuran TPS ditentukan standarnya 8 x 10, wajib memakai masker dan sarung tangan saat memasuki TPS, paku coblos langsung disterilkan usai mencoblos, dan akan menyiapkan bilik khusus bagi pemilih yang suspek.

Lebih lanjut, Uslimin mengatakan pihaknya telah mengingatkan kepada PPK dan PPS untuk mengsosialisasikan kepada KPPS yang saat ini sementara dalam proses rekrutmen untuk melakukan penyemprotan disinfektan dua kali setelah 4 jam dipakai.

“PPK dan PPS juga kita sudah ingatkan untuk mengsosialisasikan segera kepada KPPS yang saat ini sementara dalam proses rekrutmen. Minimal di satu TPS akan melakukan penyemprotan dua kali yaitu setelah 4 jam dipakai akan break dulu untuk disemprot lagi disinfektan,” ungkapnya.

“Tapi kita berharap masyarakat sudah membawa sendiri maskernya karena kalau nanti dia di TPS baru dikasih masker kan berarti pada saat dia dipanggil dia tidak pakai masker, Pada saat dia menunggu itu akan bisa berbahaya,” lanjutnya.(*)

Selain itu, Uslimin mengatakan dalam masing-masing TPS akan disiapkan 5 bilik, 1 bilik untuk suhu tubuh di bawa 37,7 atau suspek dan 4 sisanya untuk yang non suspek. Selain itu, petugas KPPS yang melayani pasien Covid-19 baik di rumah sakit ataupun ditempat lain akan difasilitasi menggunakan pakaian khusus (baju hazmat).

“Selebihnya yang suhu tubuhnya dibawah 37,3 akan diarahkan di salah satu di antara 4 bilik yang disediakan. Jadi nanti di TPS akan tersedia 5 bilik suara, 1 untuk khusus yang sakit dan suspek COVID-19, 4 untuk yang sehat. Untuk yang pasti petugas KPPS yang melayani pasien COVID-19 itu apakah di rumah sakit atau di mana akan difasilitasi menggunakan pakaian khusus protokol kesehatan yang insya Allah menjamin dia untuk tidak terpapar COVID-19 dari pemilih,” ungkapnya.