oleh

Pelindo IV Tetap Berikan Pelayanan Meski Pandemi

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM– PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) terus memberikan pelayanan berupa operasional kapal dan bongkar muat barang di pelabuhan selama pandemi.

Hal tersebut menurut Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi dilakukan untuk menjaga distibrusi logistik. Adapun pelayanan yang diberikan menurut dia adalah dengan memberikan pelayanan selama 7 hari dalam seminggu dan 1 x 24 jam.

“Bahkan di masa pandemi ini, pelayanan operasional kami tidak berubah meskipun harus menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19, utamanya bagi para pegawai yang bekerja di lapangan,” ujarnya Kamis (29/10/2020)

Prasetya juga menyebutkan, selain tetap menjaga ketersediaan logistik untuk domestik, pihaknya juga tetap berusaha memenuhi kebutuhan barang untuk warga dunia melalui direct export yang tentunya juga berimpact pada perputaran ekonomi masyarakat.

Seperti upaya direct export yang dilakukan oleh PT Pelindo IV Cabang Pantoloan pada medio September 2020 lalu. Di mana cabang Perseroan yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Tengah itu melakukan launching direct export perdana sebanyak 12 kontainer berisi kelapa biji dan kayu olahan untuk dikirim ke beberapa negara di Asia dari Pelabuhan Pantoloan.

General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Pantoloan, Nengah Suryana Jendra mengatakan, direct export yang dilakukan pihaknya saat itu merupakan sinergi antara Pelindo IV dengan Pemprov Sulteng, eksportir dan perusahaan pelayaran asal Korea Selatan, Sinokor Merchant Marine Cl

Menurut dia, sebenarnya sudah lama komoditas asal Sulteng merambah pasar global seperti cokelat, rotan, jagung, arang, kayu olahan dan kelapa biji.

Hanya saja kata dia, selama ini diketahui bahwa komoditas tersebut berasal dari Surabaya dan Jakarta karena dikirim ke luar negeri melalui Pelabuhan Tanjung Perak dan Tanjung Priok, Jakarta, sehingga tidak ada data ekspor yang tercatat oleh Pemprov Sulteng karena semuanya terdata di Surabaya dan Jakarta.

“Padahal komoditasnya dari Sulteng,” ujar Nengah.

Dengan direct export yang dilakukan Pelindo IV dari Pantoloan lanjut dia, komoditas yang akan dikirim ke luar negeri langsung dimasukkan ke dalam kontainer ekspor, sehingga tidak akan terjadi double handling dan barang yang dikirim akan diterima oleh buyer dalam kondisi masih bagus dan juga terjadi efisiensi waktu jika langsung menggunakan peti kemas ekspor dari Pantoloan.

“Penurunan biayanya lumayan besar, antara 25% hingga 30% sebab tidak ada lagi double handling dan biaya relokasi peti kemas,” sebutnya.