oleh

Penanganan Anjal Dan Gepeng Jadi Tugas Berat Dinsos Makassar

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Keberadaan anak jalan (Anjal) dan pengemis gelandangan (Gepeng) hingga kini masih merajalelah disetiap sudut-sudut keramaian di Kota Makassar.

Hal tersebut, menjadi tantangan bagi Dinas Sosial Kota Makassar, lantaran kondisi tersebut tidak kunjung ditemukan solusinya agar keberadaannya bisa berkurang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassr, Mukhtar Tahir mengaku penanganan Anjal dan Gepeng menjadi tantangan terberat buat Dinsos Makassar.

Mukhtar beralasan fasilitas pendukung yang tidak tersedia, menjadi kendala bagi Dinsos Makassar untuk mengurangi keberadaan Anjal dan Gepeng yang kian menjamur.

Lebih lanjut, Mukhtar mengatakan Dinsos Makassar membutuhkan lingkungan pondok sosial (Liposus) untuk menampung Gepeng dan Anjal, agar diberikan pembinaan. Sebab, hal ini dinilai sebagai solusi yang cukup baik untuk menuntaskan masalah anjal dan gepeng di Makassar.

“Kita butuh Liposos untuk menampung mereka lalu diberikan pembinaan sampai betul-betul bisa dilepas. Sehingga ketika dia keluar bisa berkontribusi dan tidak turun lagi turun ke jalan,” ujar Mukhtar, Sabtu (31/10/2020).

Pasalnya, Dinsos Makassar telah mengusulkan di DPRD Kota Makassar, namun ditolak. Hanya saja, ia berencana mengusulkan kembali pembangunan Liposos pada APBD Pokok 2021 mendatang.

“Dahulu sudah diusulkan. Anggarannya Rp12 miliar. Tetapi ditolak. Lokasinya di kecamatan yang kosong yang bisa kita pakai. Kemarin ada di Untia. Kalau di situ bisa kita pakai sekitar 4 hektare,” ungkapnya.