oleh

Kejati Sulsel Target Tersangka Baru di Kasus NTS

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Sugi Hartono-Berita-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Usai menetapkan dan meringkus dua tersangka di kasus anak perusahaan Pelindo IV, Nusantara Terminal Service, Kejaksaan Tinggi Sulsel kembali menyasar tersangka baru. Tim penyidik pun kembali akan melakukan pendalaman terkait siapa saja yang terlibat dalam kasus ini.

Kata Ketua Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulsel, Nana Riani dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka baru. Apalagi dalam kasus ini ada lima item kegiatan yang dikerjakan oleh beberapa vendor. “Namun hal tersebut harus kita dalami lagi,” katanya

Kata Nana kelima kegiatan tersebut yakni penyediaan pengangkutan material Sirtu (Pasir dan Batu) dan material proyek lainnya dengan PT Alam Jaya Transparan, pengelolaan dan pengiriman pasir sungai dan pasir batu proyek reklamasi dan pembangunan dermaga Makassar New Port dengan CV Risma Buana.

Lalu, proyek pengadaan batu untuk pembangunan proyek pelabuhan Tarakan dengan CV Batu Pogimba Nusa Persada, proyek kerjasama bongkar muat material PLTB Jeneponto dengan PT Ale Heavy Industries dan proyek kegiatan angkutan lanjutan Delivery Service PT NTS wilayah Tanjung Redeb.

Kata Nana dalam kasus ini pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka, keduanya berasal dari PT Nusantara Terminal Service yang merupakan anak perusahaan pelindo.

“Yakni Kusmahadi Setya Jaya selaku direktur PT NTS bersama tersangka M Riandy yang merupakan staf dan marketing di PT NTS,” ujarnya

Dalam penyidikan Kejaksaaan Tinggi Sulsel, Kata Nana Dalam penyidikan Kejaksaan Tinggi, Kusmahadi disangkakan telah menyalah gunakan jabatannya untuk kepentingan pribadinya.

Modusnya yakni tersangka Kusmahadi Setya Jaya bersama tersangka M Riandy melakukan pencairan uang muka tanpa verifikasi dengan bagian keuangan meski diawali kesepakatan kerjasama dengan vendor, selain itu lanjut Nana keduanya juga mencairkan uang kerjasama itu tanpa sepengetahuan pihak vendor. Ada juga pencairan uang yang dilakukan oleh keduanya kepada para vendor yang dimana tidak didasari perjanjian kerjasama.

“Modus lainnya, tersangka menerima beberapa manfaat untuk diri sendiri. Salah satunya di kasus dengan PT Alam Jaya Transport (AJT) yakni setiap transaksi, tersangka menerima Rp 5 juta dan ada 44 kali transaksi. Sehingga kami berpendapat, ada pelanggaran yang sifatnya melawan hukum oleh tersangka membuat uang PT NTS anak perusahaan PT Pelindo IV itu keluar dan tidak bisa dikembalikan,” kata Nana

Dalam kasus ini Nana mengatakan Negara diperkirakan rugi Rp16,823 M. Angka itu berasal dari akumulasi dari 5 kegiatan yang sedang disidik oleh pihak Kejaksaan.

“Agar tidak menghilangkan barang bukti dan melarikan diri, kami mengambil keputusan untuk melakukan penahan,” tutupnya

Diketahui PT NTS sendiri merupakan anak perusahaan dari Pelindo IV. Ia didirikan pada tahun 2013 dengan kepemilikan saham mayoritas pada PT Pelindo IV (Persero) dan sebagian Koperasi Karyawan PT Pelindo IV. PT NTS sendiri bergerak dibidang bongkar muat konvensional, Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK). Pelayanan Logistik dan door to door service untuk komoditas general cargo dan beberapa usaha lainnya.