oleh

Indonesia Masuki Resesi, Nurdin Abdullah Tetap Optimis

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Indonesia Masuki Resesi, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah optimis pertumbuhan ekonomi Sulsel tetap positif.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III 2020 minus 3,49 persen year on year. Indonesia secara resmi masuk dalam resesi. Sehingga Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 juga terkontraksi

Secara kuartalan, ekonomi tumbuh 5,05 persen, secara kumulatif masih tekontraksi 2,03 persen. Pada kuartal II pertumbuhan ekonomi tekontraksi 5,32 persen.

Pasalnya, ada beberapa dampak yang mungkin terjadi setelah Indonesia masuk resesi, diantaranya akan terjadi penurunan pendapatan kelompok menengah bawah secara signifikan.

Untuk Sulawesi Selatan sendiri, pertumbuhan ekonomi Q-to-Q triwulan III terhadap triwulan II itu tumbuh 8,18 persen. Jika dibandingkan angka nasional 5,05 persen, artinya, kecepatan pemulihan ekonomi di triwulan III untuk Sulsel jauh lebih cepat dibandingkan secara rata-rata nasional.

Eks Bupati Bantaeng itu, mengatakan mometum ini yang sangat baik. Optimisme untuk tumbuh di triwulan ke IV yang sedang berlangsung.

NA – sapaan akrabnya itu, percaya bahwa Provinsi Sulsel dapat melewati masa resesi ini, bahkan bisa memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang positif bagi Indonesia. Meski resesi, pemulihan ekonomi dan perekonomian sudah mulai terlihat.

“Saya sampaikan berkali-kali bahwa Sulsel itu dari krisis ke krisis Sulsel punya daya tahan tersendiri. Kenapa, karena kita di sektor pangan. Oleh karena itu saya ingatkan pada kita semua. Sulsel ini harus memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar NA – sapaan akrabnya, Jum’at (6/11/2020).

Nurdin optimis bisa melalui masa resesi. Sebab, sulsel mempunyai daya tahan tersendiri lantaran unggul dalam sektor pangan.

“Saya kira kita tidak usah pesimis, kita optimis, bukan hanya Sulsel dan Indonesia. Semua negara mengalami kontraksi yang cukup kuat, makanya kita bersyukur sebagai negara agraris. Karena tidak ada satupun manusia di dunia yang menunda makan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Nurdin meminta masyarakat untuk tidak pesimis dengan masa resesi ini. Sebab menurut dia bukan hanya Indonesia yang mengalami hal tersebut. Bahkan negara lainpun mengalami kontraksi yang cukup kuat.