oleh

Pemulihan Ekonomi Sulsel Lebih Cepat dari Nasional

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Ekobis, Headline-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Kepala BPS Provinsi Sulsel, Yos Rusdiansyah mengatakan pemulihan ekonomi sulsel di triwulan ke III, jauh lebih cepat dibandingkan secara rata-rata nasional

“Kecepatan pemulihan ekonomi di triwulan III untuk Sulsel jauh lebih cepat dibandingkan secara rata-rata nasional,” ujar Yos, melalui rilis streaming Youtube (5/11/2020).

Yos mengungkapkan pada triwulan ke III, pemulihan ekonomi sulsel naik diangka 8,18 persen jika dibandingkan dengan angka nasional, yakni 5,05 persen. Ia-pun optimis pada triwulan ke IV akan semakin meningkat dari sebelumnya.

“Monetum ini yang sangat baik, mudah-mudahan menjadi optimisme di triwulan ke IV yang sedang berlangsung,” ungkapnya.

Sulsel secara Y-on-Y pertumbuhan triwulan III terjadi kontraksi -1,08 persen dibandingkan angka nasional untuk triwulan III 2020 sebesar -3,49 persen. Jika melihat angka pertumbuhan Sulawesi Selatan pada triwulan II 2020 -3,86 persen. Dengan pertumbuhan ekonomi triwulan III sebesar -1,08 persen.

“Sesungguhnya secara implisit menunjukkan telah terjadi pertumbuhan positif sekitar 2,8 persen,” ungkapnya.

Kemudian secara c-to-c atau secara kumulatif, triwulan ke II tahun 2020 sebesar -0,51 persen. Untuk triwulan III 2020 menjadi -0,71. Jadi, selama Januari sampai September secara kumulatif terjadi pertumbuhan yang negatif 0,71 persen.

Kemudian, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel juga menyampaikan fenomena-fenomena untuk pertumbuhan positif, Diantaranya Sektor perikanan, “new normal” juga termasuk faktor yang memicu permintaan perikanan. Produksi penangkapan ikan di laut selama kuartal III 2020 diperkirakan sebesar 91 ribu ton atau naik 13,83 persen dari kuartal ke 2-2020.

Sektor tranportasi, secara umum terjadi peningkatan signifikan dari konsumsi masyarakat terhadap tranportasi baik itu darat, laut dan udara. Dibandingkan triwulan II-2020. Jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Hasanuddin meningkat signifikan tumbuh hingga 257 persen.

Bidang konstruksi juga bangkit, realisasi belanja modal APBN (kuartal III-2020 sebesar Rp607,1 miliar) naik 30 persen dari kuartal II-2020. Sedangkan realisasi DAK Fisik hingga Rp2,6 trilyun (Januari-September), naik 125 persen dari tahun lalu.

Sektor pengolahan terjadi peningkatan industri manufaktur selama triwulan III-2020. Demikian juga industri makanan dan minuman juga tumbuh signifikan.

APBD Sulsel, untuk realisasi Belanja Pegawai hingga september sebesar 2,22 trilyun rupiah atau naik 0,84 persen dari realisasi tahun lalu. Sedangkan belanja modal APBD Sulsel telah mencapai Rp404,3 trilyun (Jan-Sept) atau naik 41,3 persen dari tahun lalu.

Sedangkan fenomena negatif yang terjadi adalah di sektor pertanian, produksi padi sepanjang Januari hingga September 2020 diperkirakan sekitar 3,78 juta ton atau mengalami penurunan sekitar 0,5 juta ton atau 11,79 persen dibandingkan tahun lalu.

“Dan rilis BPS tentang luas panen dan produksi padi di Sulawesi-Selatan pada 2 November yang lalu. Ada faktor luas panen yang berkurang dibanding dibandingkan tahun lalu, diakibatkan banjir dan juga produktivitas yang berkurang karena hama pengerak batang,” jelasnya.

Inflasi bulan September 2020 terhadap Juni sebesar -0,48 persen sedangkan September 2019 terhadap Juni 2019 sebesar 0,16 persen.

Untuk ekspor-impor, ekspor luar negeri secara q-to-q nikel naik sekitar 13,42 persen namun secara y-on-y turun 2,77 persen. Impor luar negeri secara y-on-y bahan bakar mineral (BBM) turun sebesar 89,59 persen.