oleh

Terbukti Peduli, Petani dan Peternak di Jempulu Janjikan Kemenangan SS-AK

Editor : Lukman Maddu-Pilkada-

BARRU, BACAPESAN.COM – Di tengah maraknya fitnah dan hoaks yang dialamatkan ke pasangan Suardi Saleh-Aska Mappe (SS-AK) jelang pencoblosan, dukungan dan kesetiaan sejumlah elemen masyarakat justru semakin kuat.

Terbukti, saat Suardi Saleh melanjutkan agenda sosialisasinya di Jempulu, Desa Pujananting, Jumat (06/11/2020), tokoh dan warga setempat mempertegas komitmennya untuk mendukung pasangan nomor urut 2 itu.

“Warga di Jempulu ini tetap setia kepada Pak Suardi Saleh. Karena sudah teruji kinerjanya. Apalagi selama ini selalu memperhatikan Kecamatan Pujananting,” tegas Labide, tokoh masyarakat setempat.

Di depan Suardi Saleh, pihaknya juga menyampaikan aspirasi warga. Seperti jika SS-AK terpilih bisa terus memperhatikan kesejahteraan warga yang mayoritas petani dan peternak.

Tokoh masyarakat lainnya, Muh. Nur juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, Suardi Saleh adalah pemimpin tanpa sekat sehingga melayani seluruh warga dengan sangat baik.

“Pak Suardi itu tidak pernah saya dengar ada masalah dengan bawahannya karena semua diperlakukan sama tanpa melihat jabatan dan pangkatnya,” puji Muh Nur yang diamini sejumlah warga.

Selain itu, Muh Nur juga meminta kepada Suardi Saleh agar mengadakan tower jaringan. Baginya, ini menjadi keinginan warga di Jempulu untuk memperlancar komunikasi.

Menanggapi hal itu, Suardi Saleh langsung memberi respon terhadap aspirasi warga. Diantaranya soal pertanian dan peternakan itu merupakan program prioritas pada periode keduanya. Sedangkan untuk tower jaringan, pihaknya akan berkonsultasi dengan pihak terkait agar segera direalisasikan.

“Tentu saya dan Pak Aska akan memperhatikan sektor pertanian dan peternakan. Karena kedua sektor itu masuk dalam skala prioritas kami ke depan. Jadi jangan ki ragu, apalagi saya sudah buktikan di beberapa desa dangan memberikan bibit sapi bali,” kata Suardi yang disambut yel-yel “SS-AK” dan “Patterui”.

Sedangkan untuk tower jaringan, lanjut dia, sebenarnya bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah. Akan tetapi sebagai kepala daerah, bisa mengusulkan dan memperjuangkan kepada pihak terkait seperti Telkomsel.

“Ini juga sudah kami sampaikan dalam debat sehingga akan kami pertanggungjawabkan. Berdoaki semua,” pungkasnya. (*)