oleh

Wejangan AGH Sanusi dan AGH Farid Tambah Energi Tahfidz Jelang Pencoblosan

Editor : Lukman Maddu-Pilkada-

MAROS, BACAPESAN.COM – Pertemuan demi pertemuan digelar Andi Tajerimin-Havid S Fasha dengan ulama. Paslon nomor urut 1 di Pilkada Maros itu sudah berkali-kali bersilaturahmi dengan AGH Sanusi Baco dan AG Prof Dr KH Farid Wajdi MA.

Kamis malam, 5 November 2020, bahkan giliran Tahfidz (akronim Tajerimin-Havid) yang dikunjungi dua ulama kharismatik itu, di Posko Induk Pemenangan Tahfidz. Paket usungan Golkar, PKB, Demokrat, dan Gerindra itu pun mengungkapkan keharuan.

“Dan malam ini saya tidak akan memberikan statement politik. Karena kita hari ini memperingati kelahiran Nabi, mengenang kebesaran Nabi. Dan insyaallah kita berdoa semoga kita menjadi umat yang nantinya diberikan syafaat oleh beliau,” ucap Tajerimin.

Anregurutta Sanusi dalam wejangannya menuturkan, sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang mencontoh Nabi Muhammad saw.

“Pesan kami untuk Tahfidz adalah berpeganglah dan berjuanglah di jalan Allah maka kepemimpinanmu adalah sebuah keberkahan.”

Sedangkan Anregurutta Farid mengungkap, rahmatan lilalamin yang dibawa Rasulullah itu adalah rahmat yang mencakup semua aspek kehidupan. Hal ini sesuai dengan slogan Tahfidz yakni “Maros untuk semua”.

Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso itu juga mengulas arti nama Tajerimin Nur. Kata dia, nama itu memiliki arti yang sangat baik, yaitu mengalir dari cahaya.

Sementara nama Havid itu bermakna penjaga. Orang yang bisa menjaga kepemimpinan pasangannya yakni Tajerimin.
“Ini juga menjadi sebuah pondasi dalam sebuah kepemimpinan,” tambah Anregurutta Farid.

Dia pun memberi nasihat khusus kepada Tahfidz. “Berdirilah di kebenaran, duduklah pada kesabaran, sandarlah pada keteguhan, berjalanlah pada niat yang lurus dan bersih. Maka engkau akan sampai pada tujuanmu.

Kedua Anregurutta sebelumnya menyatakan apresiasi atas program Tahfidz yang mengutamakan pendidikan, termasuk untuk pesantren. Menggratiskan seragam sekolah serta beasiswa untuk warga Maros yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, bahkan hingga tingkat doktoral, dinilai luar biasa. (*)