oleh

Debat Kandidat Pertama, Nasdem Sebut ADAMA Siap Adu Gagasan

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Pilkada-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Debat kandidat pertama calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, akan berlangsung di Jakarta, pada 7 November besok.

Kontes debat kandidat tersebut, mengusung tema debat yakni sosial budaya, pendidikan, keamanan, lingkungan, transportasi dan toleransi.

Terdapat 4 pasangan calon (Paslon) yang nantinya akan beradu gagasan, dan disaksikan oleh seluruh warga Indonesia yakni, pasangan nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi, nomor urut 2, Munafri Arifuddin – Rahman Bando, nomor urut 3 Syamsu Rizal – Fadli Ananda dan nomor urut 4 Irman Yasin Limpo – Zunnun Armin.

Debat Pilwalkot Makassar kali ini, tentu menjadi daya tarik bagi warga Kota Makassar dalam menentukan pemimpinnya untuk 5 tahun kedepan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris DPD Nasdem Kota Makassar, Ari Ashari Ilham mengatakan untuk jagoannya Danny-Fatma, dua hari menjelang debat perdana, serangkaian bahan sudah disiapkan termasuk materi dan strategi debat.

“Persiapan khusus sebenarnya tinggal mendalami program, visi misinya saja. Kalau pak Danny, kan kelebihanya karena incumbent. Tinggal bagaimana melanjutkan program yang sudah ada yaitu memperbaiki yang masih kurang, kemudian membuat program baru yang berkelanjutan,” ujar Ari, Jum’at (6/11/2020).

Lebih lanjut, Ari mengatakan jagoannya itu telah menyiapkan program baru dan akan memperbaiki program yang sudah ada yang berbeda dengan kandidat lain.

“Kalau kejutan, saya rasa 4 paslon ini masing-masing akan memberikan kejutan terkait program yang paling ia banggakan. Untuk pasangan Danny-Fatma tentunya, programnya yang khas sebagai salah satu nilai jual dan berbeda dengan kandidat lain,” ungkapnya.

Ketua fraksi Nasdem DPRD Makassar itu, mengatakan debat ditengah pandemi covid-19, akan menjadi momen yang sangat bergengsi. Sebab, debat tersebut sangat bisa mempengaruhi pilihan warga kota Makassar menentukan pemimpinnya.

“Karena kita dalam masa pandemi jadi tidak ada kampanye terbuka. Debat kandidat ini salah satu point pertama yang bisa mempengaruhi pilihan warga kota Makassar terkait kandidat yang akan diusung. Karena jumlah kampanye dialog di lapangan dibatasi 50 orang satu titik, kemudian tidak ada kampanye akbar sehingga yang paling bisa mempengaruhi pilihan warga makassar itu dari hasil debat nanti ini,” ungkapnya.