oleh

Jamaah Harus Rogoh Kocek Lebih Demi Tunaikan Ibadah Umrah

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Hikmah-Info Umroh/Haji-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Pembukaan Umrah untuk Jamaah International per tanggal 1 November 2020 disambut antusias oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah  (PPIU).

Meski berbeda dengan umrah pada kondisi biasanya, diselenggarakannya perjalanan umrah ini telah menjadi angin segar terutama bagi mereka yang sebelumnya tertunda pemberangkatannya.

Direktur Radja Wisata, Mawardha DJ menjelaskan, pada pelaksanaan umrah kali ini, berbagai regulasi ketat diterapkan guna menghindari kemungkinan  merebaknya covid 19 saat beribadah.

“Alhamdulillah, kita sudah melihat pemberangkatan umrah perdana kemarin berjalan lancar meskipun memang masih banyak hal yang perlu dievaluasi dipemberangkatan perdana ini,” ujarnya Jumat (06/11/2020)

Umrah dimasa pandemi ini menurut Wardha terbuka bagi siapa saja yang memenuhi kategori persyaratan sesuai ketentuan Saudi Arabia.

“Perrsyaratannya yakni sesuai batasan umur 18 hingga 50 tahun, memiliki bukti PCR negative yang hanya berlaku 72 Jam, dan berbagai ketentuan teknis lainnya yang berlaku selama di Saudi,” jelasnya.

Radja WIsata sendiri telah membuka beberapa opsi tanggal keberangkatan yaitu  tanggal 8, 15 , 22 dan 29 November 2020, dengan harga 33,9 Juta (Start Jakarta).  Sementara untuk bulan desember tersedia pada 6, 13 dan 27 Desember.

“Harga yang cukup tinggi tentu saja harus menjadi pertimbangan oleh calon jamaah karena Pembatasan Kamar hanya boleh berdua, kemudian hotel harus bintang 5. sementara ini, bus pun harus di isi maksimal 20 orang saja, belum lagi adanya kenaikan pajak dan lain-lain,” beber Wardha.

Adanya pembatasan kuota tersebut maka sementara ini paket yang diterapkan khusus untuk paket new normal harus bergabung (konsorsium) dengan Koperasi Amphuri.

“Kami faham betul bahwa price issue, resiko tinggi, dan pembatasan ini tentu akan mengurangi *experience* jamaah di tanah suci. Tapi kami juga tetap ingin melayani jamaah yang tetap ingin berangkat bertamu kebaitullah selama mereka menyetujui syarat dan kondisinya,” ucapnya.

Sementara untuk Jamaah tertunda keberangkatannya tetap kita infokan kondisi saat ini, karena berangkat dikondisi sekarang tentu harus membayar biaya tambahan, kami mengarahkan jamaah paling tidak harus sedikit sabar menunggu umrah normal kembali, karena sebagian besar jamaah kami pun juga terhalang batasan syarat umur.

“Insya Allah semoga proses yang sekarang berjalan  di evaluasi positif oleh pemerintah saudi sehinga setidaknya awal tahun kita sudah bisa memberangkatkan Jamaah secara normal,” tutup wardha