oleh

Dewan Siap Perjuangkan Pengadaan Liposos di APBD 

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM –Keberadaan anak jalan (Anjal) dan pengemis gelandangan (Gepeng) di Kota Makassar hingga kini masih terus merajalela.

Hampir setiap hari gepeng maupun anjal ini sangat mudah ditemukan di sudut-sudut keramaian Kota Makassar. Kian menjamurnya aktivitas gepeng dan anjal ini, sepertinya tidak dapat diterima apabila penanganannya masih itu-itu saja.

Anggota Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti telah menyetujui soal pengadaan Liposus yang akan diusulkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar dan siap untuk diperjuangkan di APBD 2021 nanti.

“Kita akan memperjuangkan itu untuk APBD 2021 nanti. Kita butuh sesuatu yang lebih efektif,” ujar Hastuti, Selasa (10/11/2020).

Hastuti mengatakan untuk penanganan anjal dan gepeng, membutuhkan solusi yang lebih efektif. Agar supaya, setelah dilakukan penjaringan mereka tidak kembali lagi ke jalan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Mukhtar Tahir menyatakan penanganan anjal dan gepeng memang menjadi tantangan yang cukup berat. Salah satu kendalanya karena fasilitas pendukung yang tidak tersedia.

Muktrar menyebut anjal dan gepeng yang terjaring razia petugas sudah diberi pembinaan. Hanya saja, setelah dilepaskan, mereka tetap saja kembali ke jalan.

“Kita butuh Liposos untuk menampung mereka lalu diberikan pembinaan sampai betul-betul bisa dilepas. Sehingga ketika dia keluar bisa berkontribusi dan tidak turun lagi turun ke jalan,” ucapnya.

Mukhtar pun mengaku berencana mengusulkan pembangunan Liposos pada APBD Pokok 2021 nanti. Sebab, hal ini dinilai sebagai solusi yang cukup baik untuk menuntaskan masalah anjal dan gepeng di Makassar.

“Dahulu sudah diusulkan. Anggarannya Rp12 miliar. Tetapi ditolak. Lokasinya di kecamatan yang kosong yang bisa kita pakai. Kemarin ada di Untia. Kalau di situ bisa kita pakai sekitar 4 hektare,” ungkapnya.