oleh

Waketum Kadin Ajak Libatkan Produk dan Pengusaha Lokal

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Dian-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM-Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) H Andi Rukman Nurdin Karumpa pembicara ke-2 dalam workshop bertajuk Strategi Peningkatan Penggunaan Produk Baja Ringan Nasional, dalam Mendukung Pembangunan Infrasruktur Perumahan dan Permukiman, Senin (9/11/20).

Adapun pembicara lain yakni Wulani Wihardjono MBA (CEO Tatalogam Group), Stevanus dari Kelompok Baja Ringan, Ir Rifai mewakili BNPB dan Ir. Nicodemus Daud dari Kementerian PUPR.

Workshop ini berlangsung lewat aplikasi Zoom yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dibuka Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Ir. Trisasongko Widianto.

Widianto berharap agar baja ringan sebagai solusi yang efektif dalam pembangunan infrastruktur.

“Jangan sampai produk nasional tergerus produk impor. Produk dalam negeri harus inovatif dan teknologinya memiliki standar mutu serta berkesinambungan,” tuturnya.

Sementara ini, Andi Rukman Karumpa sebagai pembicara ke 2 mengatakan pandemi Covid-19 yang kurang lebih delapan bulan ini tidak menyurutkan semangat untuk tetap berusaha dan berkomitmen untuk menggunakan produk dalam negeri sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Selama pandemi, Andi Rukman mengurungkan promosi rantai pasok ke semua daerah dalam penggunaan produk baja ringan dalam negeri.

”Kita tetap kampanyekan penggunaan produk dalam negeri,” ucapnya.

Andi Rukman juga mendorong agar pemerintah memanfaatkan pengusaha-pengusaha lokal dalam pembangunan infrastruktur di daerah sehingga terjadi pemerataan. Contohnya dengan pembangunan 1 juta rumah jadi yang dilibatkan pengusaha lokal sepenuhnya.

“Yang jelas Gapensi dan Kadin terus memberikan dukungan agar proyek infrastruktur di Indonesia menggunakan produksi dalam negeri,” jelas Andi Rukman Karumpa.

Ia berpendapat, sejatinya produk baja ringan harus memiliki standar mutu sehingga dapat meningkatkan daya saing industri dan perlindungan konsumen demi meningkatkan tingkat komponen dalam negeri.

Kesimpulan pada workshop ini, semua sepakat bahwa percepatan pembangunan infrastruktur seperti zona kawasan pascabencana termasuk pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur perlu disikapi oleh kesiapan SDM dari pelaku usaha. Juga pentingnya standar mutu dan sertifikasi produk nasional sehingga tercipta ekosistem pembangunan seperti yang diharapkan