oleh

Inovasi Berdaya Srikandi oleh Srikandi dan KKB Hantarkan Parepare Raih Penghargaan Top 30 Layanan Publik di Sulsel

Editor : Kalmasyari-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, BACAPESAN.COM – Inovasi Berdaya Srikandi oleh Srikandi, program pemberdayaan perempuan pesisir Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Parepare dan inovasi Kembangkan Potensi Ekonomi Warga Kreatif Bacukiki (Kantong Kreatif Bacukiki), berhasil meraih penghargaan dalam Top 30 Pelayanan Publik Sulawesi Selatan, yang digelar Pemprov Sulsel.

Penghargaan diserahkan Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani, Kamis (12/11/2020), pada dua inovator pencetus program didampingi Sekkot Parepare, Iwan Asaad di Hotel Claro, Kota Makassar.

“Satu dari dua inovasi, yakni Berdaya Srikandi, bahkan telah tembus Top 99, Top 45, dan masuk nominasi 12 terbaik yang bersaing pada UNSPA level dunia yang diselenggarakn Perserikatan Bangsa-bangsa” papar Iwan Asaad.

Kepala Dinas PKP Parepare, Wildana mengatakan, penghargaan pemberdayaan perempuan pesisir yang tengah persiapan mengikuti ajang tingkat Internasional, setelah berhasil menembus ajang yang sama pada tingkat regional dan Nasional, tak lepas dari arahan dan komitmen kuat Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, yang tak henti mendorong SKPD berinovasi untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita berharap, inovasi Berdaya Srikandi oleh Srikandi, ke depan bisa menjadi yang terbaik sebagaimana felling Deputi Pengembangan Inovasi dan Administrasi LAN RI,” ujarWildana.

Hal yang sama dikatakan Camat Bacukiki, Saharuddin. Dia mengemukakan, Kantong Kreatif Bacukiki yang ditetapkan sebagai inovasi di ajang Top 30 Sulsel, jawaban atas komitmen pemkot Parepare dalam menumbuhkan kembangkan ekonomi kreatif masyarakat Bacukiki melalui aplikasi berbasis IT,” katanya.

Sementara Inovator Kantong Kreatif Bacukiki, Ita Purnamasari mengatakan, Kantong Kreatif Bacukiki merupakan wadah, dan ruang yang disediakan oleh Pemerintah Kecamatan Bacukiki untuk menampung, dan memperkenalkan seluruh hasil produk kreatif masyarakat Bacukiki, ke dalam sebuah aplikasi yang berbasis website.

“Berbasis website, karena inovasi ini adalah “zero budget”, juga sebagai bentuk upaya dalam memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, yakni website kecamatan. Secara tidak langsung terbangun sistem data base, yang berisi informasi potensi ekonomi kreatif yang akan memudahkan stakeholder terkait, untuk mendapatkan data usaha kreatif yang tumbuh di Bacukiki,” tandasnya.
(***)