oleh

Pengamat Sebut Pembangunan Twin Tower Tambah Utang Provinsi

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Pembangunan Twin Tower Provinsi Sulawesi Selatan dengan anggaran sebesar Rp1.9 triliun, dengan konsep 36 lantai yang diduga akan menambah untang pemprov Sulsel.

Diketahui, Pemprov Sulsel sat ini tengah membangun Twin Tower yang nantinya akan menjadi pusat bisnis yang akan difasilitasi dengan hotel dan mall. Sekaligus direncanakan pihak eksekutif akan menempati tower pertama dan legislatif tower kedua. Sementra, ruangan untuk para bupati/wali kota juga disiapkan.

Pengamat Pemerintahan Universitas Patria Artha, Bastian Lubis mengatakan, pembangunan twin tower atas nama Perseroda dan kerja sama PT Waskita bisa menambah utang Sulsel. Ujung-ujungnya APBD akan menjadi korban untuk mencicil nilai investasi tersebut kepada rekanan.

“Apakah aset tanah di sana milik Perusda, saya liat di laporan keuangan tidak ada aset tanah itu di Perusda, jadi dasarnya apa. Tanahnya kan belum jelas terus pakai perseroda, perseroda ada uangnya? Tidak ada. Katanya tidah pakai APBD, yah masa rekanan BUMN kerjasama dengan yang tidak punya modal,” ujar Bastian, Rabu (11/11/2020).

Lebih lanjut, Bastian mengatakan keuangan pemerintah harusnya tidak disamakan dengan keuangan perusahaan. Sebab menurut dia, uang pemerintah harus mengedepankan kemakmuran masyarakat.

“Uang diambil dari pajaknya masyarakat yang nanti dikembalikan dengan aset kepada masyarakat maka tumbuhlah perekonomian. Kalau perusahaan lain lagi, bagaimana membangun pembangunan bisa menghasilkan keuntungan,” ungkapnya.

Apalagi, dikatakan Bastian jika dilihat dari RPMJD Susel tahun 2018-2023, tidak ada program twin tower di dalamnya. Yang ada hanya rumah sakit regional, rest area, dan beberapa lainnya.

“Mungkin ada di RPJMD perubahan, belum jelas juga, tapi yang pokoknya belum ada , jadi kalau pokok belum ada tidak boleh dibangun,” ungkapnya.