oleh

Warga Keluhkan Kurangnya Pasokan Air Bersih

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Berita-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Anggota DPRD Kota Makassar, Syamsuddin Raga menggelar Sosialisasi produk hukum daerah Perda Nomor 7 Tahun 2019, tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar, masyarakat keluhkan kurangnya pasokan air bersih.

Saat sosialisasi, masyarakat daerah pemilihannya itu, yakni Biringkanaya-Tamalanrea mengeluhkan kurangnya pasokan air bersih. Mereka mengaku sudah sejak lama tidak mendapat pasokan air bersih diwilayahnya.

Masyarakat Biringkanaya-Tamalanrea itu, menduga tidak adanya pasokan air bersih lantaran Perumda PDAM mengalihkan pasokan airnya ke kawasan industri.

“Hampir semua peserta yang hadir ini keluhannya sama, tidak pernah menikmati air bersih dari PDAM dan itu sudah berlangsung cukup lama. Mohon untuk ditindak lanjuti,” ungkap, salah satu warga kelurahan Sudiang.

Mendengar hal tersebut, Bagian Hukum Perumda PDAM Kota Makassar, Andi Baso yang menjadi narasumber dalam sosialisasi tersebut, berharap agar warga bersabar. Ia juga mengaku akan segera ditinjau dan ditindak lanjuti perihal keluhan warga.

“Kebutulan saya ditemani kasi bagian hukum nanti kita catat nama dan alamatnya. Insya Allah semua keluhan warga ini akan kita tindak lanjuti,” ujar Baso.

Sebelumnya, sosialisasi tersebut dilakukan untuk menginformasikan kepada warga perihal Perubahan nomenklatur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Syamsuddin Raga mengungkapkan, Perubahan nomenklatur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum berhubungan dengan telah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang aturan ini merupakan turunan UU Nomor 23 Tahun 2014.

“Perubahan nama ini merupakan amanat dari undang-undang dan berlaku di seluruh Indonesia. Olehnya itu. Dan perubahan nama Perusda menjadi Perumda ini juga telah disetujui oleh dewan, oleh karenanya kita juga mempunyai kewajiban menyampaikannya kepada masyarakat tentang perubahan nama dari PDAM ini,” ujar Syamsuddin, Selasa (17/11/2020).

Syamsuddin mengatakan perubahan nama Perusda menjadi Perumda ini, telah disetujui oleh seluruh anggota dewan.

Sementara, Andi Basi DN selaku narasunber juga mengatakan dengan adanya perubahan nama ini, tentunya Perumda Air Minum Kota Makassar akan terus fokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat terhadap penyediaan air bersih. Dimana tanggung jawab penyediaan air besih adalah pemerintah dan Perumda selaku operator pemerintah akan terus mendukung program-program Pemkot Makassar

“Insya Allah, Perumda Air Minum Kota Makassar tetap berkomitmen untuk meningkatkan dan menghadirkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” terangnya.