oleh

Realisasi PAD Sulsel Masih Belum Jelas Pasca Covid-19

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Pendapatan Pajak Daerah Provinsi Sulawesi Selatan masih belum jelas pasca pandemi Covid-19.

Diketahui, sejak munculnya pandemi covid-19 Pemerintah provinsi Sulsel mulai memberikan relaksasi kepada masyarakat, seperti keringanan membayar pajak.

Sebelumnya, pemprov Sulsel menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulsel sebanyak Rp3,39 triliun di tahun 2020. Hanya saja, adanya relaksasi seperti keringanan membayar pajak, berpengaruh pada PAD yang bersumber dari pajak.

Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah Bapenda Sulsel, Darmayani Mansyur mengatakan belum bisa menjamin kestabilan pembayaran pajak setelah relaksasi pajak yang akan berakhir pada 23 Desember mendatang.

“Susah diprediksi, tapi arahnya kita lihat bahwa memang ekonomi sudah mulai bergerak tapi kondisinya kalau pajak masih negatif,” ujar Darmayani, Rabu(18/11/2020).

Darmayani mengatakan walupun pertumbuhan konomi Sulsel mulai membaik pasca pandemi covid-19, ia mengaku untuk pajak masih negatif.

Lebih lanjut, ia mengatakan sejak dilanda pandemi intensitas pembayaran pajak oleh masyarakat ikut menurun. Hal tersebut terjadi, lantaran banyaknya pekerja yang dirumahkan bahkan Sampai di PHK.

“Misalnya untuk Rp150 JT kebawah kan rata-rata mobil kecil, mobil tua, motor, itu dibebaskan dendanya tapi pokok pajaknya tetap. Begitu juga kendaraan yang bergerak di bidang usaha tranportasi kayak angkutan barang, penumpang bus kita bebaskam. bahkan kita bebaskan pajak progresifnya,” ungkapnya.