oleh

Jokowi Warning Kepala Daerah, NA: Jangan Dibesar-Besarkan

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Persiden RI, Joko Widodo beberapa lalu sempat meminta Menteri Dalam Negeri untuk mengingatkan bila perlu menegur seluruh kepala daerah, baik Gubernur, Bupati, maupun Wali Kota untuk bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam menegakkan protokol kesehatan.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah meminta agar masalah tersebut tidak dibesar-besarkan. Ia mengatakan Presiden RI sudah melakukan rakor dan menyampaikan apresiasi atas kerja keras dalam mengendalikan pandemi.

“Tidak usah dibesar-besarin. Tadi presiden rakor. Terima kasih kepada seluruh gubernur, bupati/walikota atas kerja kerasnya kita bisa kendalikan pandemi. Jadi kadang berita-berita yang. Dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh gubernur, bupati, walikota,” ujar NA sapaan akrabnya, Kamis (19/11/2020).

Diketahui, untuk menekan lajunya penyebaran virus, pemprov sulsel menetapkan program trisula diantaranya, tracking, testing dan edukating.

Nurdin mengatakan jika dilihat dari hasil, okupansi tumah sakit di sulsel rata-rata 25 persen. Yang artinya, pandemi covid-19 di Sulsel mulai menurun.

“Yah kita lihat hasil. Sekarang kita pergi kerumah sakit, bagaimana rumah sakit kita. Itu saja. Akupansi kita rata-rata 25 persen. Artinya berarti kasus sudah mulai menurun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, eks Bupati Bantaeng itu, meminta Dinas Kesehatan jangan kendor untuk melakukan tracing contact dan memperbanyak testing.

“Tergantung tracing kita. Makanya saya minta dinas kesehatan jangan kendor untuk melakukan tracing contact. jangan kendor untuk terus memperbanyak testing,” harapnya.