oleh

Pjs Bupati Gowa Minta Kelola Sungai dengan Bijak

Editor : Syarifah Fitriani-Gowa-

GOWA, BACAPESAN.COM – Sebagai bagian dari ekosistem yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, air memiliki peran yang sangat penting. Olehnya itu, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Gowa, Andi Aslam Patonangi meminta agar sungai sebagai sumber air diperlakukan dengan bijak.

Hal ini disampaikan Aslam Patonangi saat menghadiri peringatan 4 Tahun berdirinya Sekolah Sungai Jeneberang yang dirangkaikan Pelepasan Peserta Susur Sungai dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Sekretariat Sekolah Sungai Jeneberang Kelurahan Tompobalang Kecamatan Somba Opu, Kamis (19/11).

“Dengan kebijakan kita mengolah Sungai Jeneberang. Ini bisa kita manfaatkan sebagai sumber irigasi ribuan hektar sawah kita di Kabupaten Gowa dan bisa menjadi sumber air bersih,” ujar Aslam.

Asisten Bidang Pemerintahan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini menambahkan, selain menjadi sumber pengairan persawahan di Kabupaten Gowa, Sungai Jeneberang ini juga menjadi sumber air bersih bagi Kota Makassar. Sehingga sungai ini harus dirawat dan diperlakukan dengan bijak.

Ia menyambut baik keberadaan Sekolah Sungai Jeneberang yang sudah berusia empat tahun ini. Dirinya berharap pengelola Sekolah Sungai Jeneberang ini tetap menjaga spirit dan terus memaksimalkan mengedukasi masyarakat bagaimana mengelola sungai dengan bijak.

“Terimakasih yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya sekolah sungai ini, begitu juga kepada Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang dan semua pihak yang ikut berpartisipasi. Sehingga kedepan kita berharap sungai Jeneberang ini menjadi sumber daya air yang optimal dan berfungsi sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat Kabupaten Gowa dan sekitarnya,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Operasi Pemeliharaan (OP), Rini Harun yang mewakili Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang mengatakan bahwa pihaknya terus mendukung keberadaan Sekolah Sungai Jeneberang ini, salah satunya dengan mendirikan sekretariat.

Menurutnya kehadiran Sekolah Non Formal ini sebagai tempat edukasi masyarakat dalam upaya pengelolaan sumber daya air dan meningkatkan kualitas hidup.

“Saya berharap keberadaan Sekolah Sungai Jeneberang ini juga tetap konsisten dalam memberikan dampak positif dalam membenahi sungai dan mempertahankan lingkungan yang yang sudah tertata dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator Forum Komunitas Masyarakat Peduli Sumber Daya Air Sulsel, Kaharuddin Muji dalam laporannya menyampaikan bahwa Sekolah Sungai Jeneberang ini berdiri pada tanggal 19 November 2016 dideklarasikan di Bili-bili.

“Ini sekolah pertama yang terbentuk di Sulawesi Selatan dan sekolah Sungai Pertama di Indonesia Bagian Timur. Kami tempatkan di Kabupaten Gowa karena sebagian anak bangsa di Kabupaten Gowa kami 100% mendukung Gowa sebagai Kabupaten Pendidikan,” tambahnya.

Selain itu pada kesempatan ini juga dilakukan Penandatanganan Prasasti Peresmian Sekretariat Sekolah Sungai Jeneberang oleh Pjs Bupati Gowa, Andi Aslam.