oleh

ISMI Bantu Pulihkan Pariwisata Bali di Tengah Pandemi Covid-19

Editor : Syarifah Fitriani-Headline, Wisata-

DENPASAR, BACAPESAN.COM – Bali memiliki kontribusi besar terhadap perolehan devisa negara dari sektor pariwisata. bahkan pada 2019 Bali menyumbang 29 persen dari total penerimaan Nasional.

Namun ditengah pandemi covid-19 yang melanda semua negara memberikan dampak yang signifikan terhadap pariwisata khususnya di Bali.

Pemulihan ekonomi dari sektor pariwisata tidak bisa hanya berharap dari tangan pemerintah saja, ini pula yang menjadi dasar pertimbangan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) untuk turut serta membantu percepatan pemulihan ekonomi Nasional.

Ketua ISMI Provinsi Bali, H Masrur Makmur mengatakan Silaturahmi Bisnis (SILABIS) yang menjadi agenda rutin dari ISMI rencananya bakal diadakan di Hotel Melia Bali Kawasan ITDC Nusa Dua 20-22 November 2020 mendatang dan dihadiri 250 anggota ISMI dari seluruh nusantara.

Tim Rombongan ISMI dari Sulsel dipimpin langsung Ketua ISMI Sulsel, HM Yusran Paris.

Dimana dari 175 anggota ISMI Bali yang bergerak di sektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19 diakui, 75 persen terdampak langsung maupun tidak langsung akibat mewabahnya Covid-19, terutama bagi mereka para pemilik hotel, travel atau tepatnya penyedia akomodasi, makan dan minum. “Kondisi ini kita alami bersama, namun kami tidak berhenti disitu, kami melihat peluang di sektor kuliner, dari sinilah kami mulai lagi,” ucap H Masrur

“Kehadiran para saudagar se Indonesia ini akan menjadi stimulan bagi perekonomian domestik Bali di tengah pandemi ini, selain itu diharapkan saat ini menjadi ajang sharing ekonomi kreatif diantara para anggota, dan terpenting kegiatan ini dapat pula menarik para saudagar muslim untuk berkembang di Bali ” tuturnya.

Sementara Ketua Panitia SILABIS ke-11 yang juga menjabat Wakil Sekjen ISMI bidang EKAPALIH (Ekonomi Pariwisata dan Lingkungan Hidup), Samsul B. Ibrahim  menyebutkan wabah Covid 19 yang melanda di semua Negara memberikan dampak yang signifikan terhadap pariwisata di Bali. Tentunya pemulihan ekonomi dari sektor pariwisata tidak bisa hanya berharap dari tangan pemerintah saja, ini pula yang menjadi dasar pertimbangan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia untuk turut serta membantu percepatan pemulihan ekonomi Nasional.

“Sudah waktunya kita semua berpikir bagaimana Bali segera dapat bangkit dari keterpurukan roda perekonomian masyarakat kembali berputar dan pariwisata Bali kembali dapat berkontribusi bagi penerimaan Devisa Negara” bebernya.

Dirinya juga menyebutkan Silaturahmi antar Saudagar akan membawa rezeki, ada overlapping interest. “Sharing ekonomi kreatif, berbagi informasi dan peluang untuk memajukan pariwisata Bali sebagai lokomotif pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Dimana dia sebutkan bila saudagar Muslim Indonesia datang, melihat, menginventarisir dan apa disaksikan, lalu mengkomunikasikan di daerah masing-masing bahwa pariwisata Bali sudah kembali siap menyambut  wisatawan domestik dan manca negara dalam konsep New Normal dan menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

“Bersama pemerintah dan ISMI Bali, kami bertekad dan mendorong Pariwisata Bali tetap eksis, berjalan dan terus berkembang secara berkesinambungan,” tuturnya.