oleh

Bukan Jumlah Sedikit, Pemerintah Minta Tambah Lahan Hibah ke GMTD

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali meminta tambahan hibah lahan untuk meneruskan proyek Jalan Metro Tanjung Bunga yang di gadang-gadang akan menjadi Landmark itu.

Kendati demikian, Associate Director, A. Eka Firman Ermawan mengatakan perihal tambahan lahan, tidak serta merta langsung diwujudkan. Sebab kata dia, butuh komunikasi antara pemerintah, GMTD, dan pihak ketiga.

“Ada permintaan jumlah luasan tertentu oleh Pemkot tapi kami harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dengan rencana pengembangan kami. Contohnya dia (Pemerintah) minta 10 meter tapi kita (GMTD) shdah jual ke pihak lain, yang mana kami terpaksa cuman bisa memberikan 7 meter,” ujar Eka, Sabtu (21/11/2020)

Eka mengatakan permintaan Pemkot Makassar perihal penambahan lahan secara cuma-cuma dinilai tidak sedikit. Diketahui jumlah yang diminta yakni 1,5 hektar. Ia mengaku pihaknya akan mencarikan solusi terkait ini.

Kendati demikian, Eka mengaku saat ini GMTD sedang menggodok perihal permintaan penambahan lahan dari pemkot makassar dan pemprov sulsel.

“Memang kita harus menyesuaikan di lapangan karena ada kendala-kendala yang dihadapi dan tanah yang yang diminta bukan 100 atau 200 meter tapi masih banyak yang dibutuhkan kurang lebih 1,5 hektar,” ungkapnya.

Sejak awal penyerahan lahan untuk proyek Metro Tanjung Bunga, Eka mengungkapkan pihaknya telah menghibahkan lahan GMTD sekitar 1,4 hektar atau senilai dengan Rp 145 miliar. Pasalnya, total keseluruhan yang diminta untuk dihibahkan oleh pemerintah sekitar 4 sampai 5 hektar, namun pihaknya baru menyerahkan 1,4 hektar.

Kendati demikian, Eka mengatakan pihaknya mendukung program Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel.

“GMTD mendukung semua program Pemprov dan Pemkot. Jadi tidak ada kata-kata kalau GMTD tidak mendukung, apa yang menjadi permintaan dari Pemkot dan Pemprov kita dukung, buktinya kita sudah menyerahkan tanah,” ungkapnya.