oleh

Gus Nuril Sebut Kemenag-PWNU Sukses Gelar Maulid Nabi

Syarifah Fitriani-ISLAMI-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel kerjasama dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulsel menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu, 22 November, di Asrama Haji Sudiang Makassar.

Kegiatan ini mengangkat tema “Dengan Maulid Nabi SAW, Kita Tingkatkan Kecintaan Kepada Rasulullah SAW dan Kepada NKRI”.

Selain mendatangkan penceramah dan tokoh NU kondang sebagai pembawa Hikmah Maulid, juga dihadiri DR KH Nuril Arifin Husaen, MBA yang dikenal dengan panggilan Gus Nuril.

Tampak hadir pula sejumlah tokoh dan pejabat teras di Sulsel. Diantaranya, Gubernur Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulsel, Ketua MUI Sulsel yang juga Rois Syuriyah PWNU Sulsel AGH. Sanusi Baco, Kakanwil Kemenag dan Kakankemenag seSulsel, Pj Walikota Makassar, jajaran pengurus PWNU dan PCNU se Sulsel, rektor sejumlah perguruan tinggi di Sulsel, mantan Gubernur Sulsel yang juga Ketua DMI Sulsel H M Amin Syam, dan masih banyak lainnya.

Didalan laporannya, Ketua Panitia penyelenggara H Bunyamin Maarif menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan protocol Covid -19 yang ketat.

Ini untuk membuktikan dukungan Kemenag dan PWNU terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani dan menanggulangi situasi pandemi saat ini.

“Yang jelas bagi Kemenag dan PWNU, NKRI saja dijaga, apalagi kalau hanya menyangkut kesehatan dan keselamatan umat,” ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Sulsel H Khaeroni dalam sambutan singkatnya menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi acara yang di kerjasamakan dengan PWNU Sulsel ini.

Itulah sebabnya Kakanwil menghadirkan KH Nuril Arifin Husaen di Sulsel yang merupakan teman akrab beliau.

Gus Nuril ini sosok ulama yang sangat paham dan getol mendakwahkan soal kebangsaan dan cinta tanah air.

Sebelum mengakhiri sambutan singkatnya, H Khaeroni mengajak seluruh hadirin yang memenuhi Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang Makassar melantunkan beberapa bait Sholawat kepada Rasulullah SAW.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Prof DR Ir H Nurdin Abdullah, M.Agr dalam arahannya menyampaikan bahwa pemerintah sangat menaruh harapan besar kepada keluarga besar Kementerian Agama dan PWNU Sulsel menjadi pioneer agen perubahan serta mengambil peran strategis dalam perubahan prilaku umat khususnya dimasa Pandemi ini.

Sebab, kata mantan Bupati Bantaeng dua periode ini, menghadapi dan menangani Pandemi ini sama sama butuh kesabaran dan keikhlasan semua pihak sampai vaksinnya keluar. Khususnya untuk patuh dan taat pada protocol kesehatan.

Nurdin Abdullah juga meminta kepada seluruh tokoh agama khususnya ulama yang ada di NU Sulsel agar selalu mendoakan daerah dan bangsa ini.

” Semoga Pandemi ini bisa segera berakhir, dan umat atau rakyat kita bisa kembali beraktivitas normal seperti biasanya,” pintanya.

Dalam tausiyahnya, KH Nuril Arifin Husaen (Gus Nuril) memaparkan soal mengapa bentuk dan apresiasi kecintaan kepada Baginda Rasulullah SAW di kalangan Ahlussunnah Waljhamaah dipandang sangat urgen untuk diperingati dan sangat penting untuk dilaksanakan khususnya yang ada di Indonesia.

Sebab ulaman kita terdahulu sangat meyakini bahwa Rasulullah SAW merupakan anugerah dan hidayah terbesar yang diberikan dan diturunkan oleh sang pencipta kepada umat manusia dan seluruh alam semesta.

Maulid ini merupakan salah satu manifestasi kesyukuran itu, semoga dengan Maulid ini syafaat Rasulullah SAW bisa didapatkan kelak di hari kemudian.

Gus Nuril juga menegaskan bahwa pendirian NKRI (Al Jumhuriyah Al Indonesia) merupakan hasil istikharah para Waliullah dan ulama yang ada di nusantara ini.

Sehingga mempertahankan dan menjaga tegaknya kedaulatan NKRI bagi ulama dan Jamiyyah NU adalah harga mati.

Sebab Indonesia ini merupakan salah satu warisan terbesar dari para ulama kita terdahulu, termasuk Kementerian Agama juga menjadi bagian dari perjuangan dan ikhtiar dari ulama pendiri bangsa.”Bagi NU, tidak penting itu siapa yang memimpin negara ini, karena yang paling penting bagi NU adalah bagaimana negara yang menjadi warisan ulama kita tetap tegak dan berdiri sepanjang hayat,” ucap Gus Nuril disambut aplauss oleh seluruh hadirin.

Diakhir sambutannya, Gus Nuril mengungkapkan jika
Ketua Panitia Pelaksana Mas Bunyamin berhasil melaksanakan kegiatan.

“Ketua panitia sebagai tokoh muda NU yg berwawasan luar dan mau berkorban/berkhidmat untuk NU. Jika semua provinsi ada tokoh muda NU seperti Mas Bunyamin, pasti NU lebih maju,” tandasnya.