oleh

Rencana Dirikan Kanal, Tiga Perusahaan Setujui Hibahkan Lahan

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Rencana mendirikan kanal, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta kepada perusahaan swasta yang berada disekitar kawasan Center Point Indonesia (CPI) menghibahkan lahan mereka.

Perusahan tersebut, seperti PT. GMTD, PT Phinisi, dan PT Bintang Duta Pariwisata yang terkena rencana pembuatan kanal Pemprov Sulsel.

Kepala Agraria/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel, Bambang Priyono membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan rencana pembuatan kanal yang akan dilakukan pemprov agar sirkulasi air disekitar pantai losari tidak bau.

“Terkait dengan tiga perusahaan yang ada di sekitar CPI. Itu ada GMTD, ada Pinisi, ketua Pinisi, satu lagi ada ketua bintang duta pariwisata. Kebetulan karena mereka itu terkena rencana pembuatan kanal. Sehingga nanti sirkulasi air di sekitar pantai losari itu sudah tidak bau seperti yang sekarang kita lihat di daerah belakang gerindra maupun daerah pasir putih. Itu kan airnya tidak ada berputar secara sirkulasi. Jadi dengan adanya rencana itu kita kumpulkan 3 perusahaan,” ujar Bambang, Sabtu (21/11/2020).

Bambang mengaku dikumpulkannya tiga perusahan tersebut, berdasarkan inisiasi dari Gubernur Sulsel, agar pemilik lahan yang rencananya didirikan sebagai kanal itu, melepas secara sukarela tanpa meminta ganti rugi dari Pemprov Sulsel maupun Pemkot Makassar.

“Inisiasi dari Pak Gubernur pertemuan tadi supaya para pemilik tanah itu melepaskan secara sukarela tanpa ganti rugi, minta ganti rugi dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kota,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan ketiga perusahaan tersebut, menyetujui pembuatan kanal dengan menghibahkan lahan masing-masing.

“Setuju. Semua setuju. Mungkin dalam waktu dekat akan langsung dikerjakan oleh perusahaan swasta juga yang berpartisipasi sehingga pembangunan juga, pemerintah provinsi maupun pemerintah kota tidak mengeluarkan biaya baik dari APBD maupun dari APBN,” ungkapnya.

Perihal konstruksi, Bambang membeberkan dalam waktu dekat akan langsung dikerjakan oleh perusahaan swasta yang berpatisipasi, sehingga tidak menggunakan APBD maupun APBN. Pasalnya, lahan yang dihibahkan ketiga perusahaan tersebut, kurang lebih hampir 3 hektar

“Itu kurang lebih hampir 3 hektar. Harus sukarela. Walaupun maksa sukarelanya ya sukarela. Untuk negara kan itu yah. Untuk anak cucu kita nanti. Supaya lebih bagus. Makassar, Sulawesi Selatan kita bangun bersmalah. Termasuk teman-teman wartawan jugalah membangun Sulawesi Selatan sebagai ikon yang terbaik se indonesia timur,” ungkapnya.