oleh

Program Tajerimin-Havid Riil dan Tak Mengada-ada

Editor : Lukman Maddu-Pilkada-

MAROS, BACAPESAN.COM – Pembahasan debat kedua Pilkada Maros di Claro Hotel, Makassar, Jumat malam, 27 November 2020 dinilai paling pas dengan visi misi paslon nomor urut 1, Andi Tajerimin-Havid S Fasha (Tahfidz).

Eks pengurus PB HMI, A Aldy Amsil menuturkan, Tajerimin-Havid tampak enteng menjawab semua pertanyaan panelis. Itu karena temanya liniar dengan visi misi paket usungan Golkar, PKB, Demokrat, dan Gerindra itu.

Tema besarnya, kata Aldy, peningkatan kesejahteraan masyarakat Maros
dengan memperbaiki kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, sejahtera, dan religius. “Itu memang fokus Tahfidz kan. Selama ini itu juga yang disosialisasikan di masyarakat,” ujarnya.

Soal sehat, Tahfidz mengusung layanan kesehatan gratis Oto Dottoro, dokter dan tenaga kesehatan yang datangi pasien.

Upaya membuat cerdas diterjemahkan Tajerimin-Havid dengan penggratisan seragam sekolah “dari kepala sampai kaki”. Plus beasiswa bagi putra-putri Maros yang hendak melanjutkan ke perguruan tinggi, di semua strata.

“Sejahtera? Penyediaan 10 ribu lapangan kerja, subsidi pupuk untuk petani, bantuan bagi nelayan, mendorong kredit tanpa bunga untuk UMKM, dan banyak lagi telah dituliskan Tahfidz dalam visi misi dan programnya,” ucap Aldy.

Religius pun sudah ditunjukkan Tahfidz sejak awal. Perhatian terhadap masjid sangat besar dan mengusung pula Gerakan Masjid Cantik (Gemantik). Tahfidz juga sangat mesra dengan para ulama di Maros, bahkan dari luar Maros.

Pada debat terakhir Pilkada Maros 2020, Tajerimin-Havid memang fokus bicara hal yang faktual saja. Soal bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita mau yang nyata. Bukan yang mengawang-awang,” tutur Tajerimin.

Tak kalah menarik saat pernyataan penutup debat. Tajerimin menggarisbawahi bahwa masyarakat tidak hanya butuh pemimpin yang mau bekerja, namun juga pemimpin yang datang dengan niat baik.

“Kepedulian untuk rakyat kecil. Karena Maros untuk semua. Bukan untuk golongan tertentu, apalagi untuk kepentingan kelompok penguasa,” ucapnya.

Soal kontestasi, Tajerimin menyebut bahwa kalah menang hal biasa. Namun jika Tahfidz yang diamanahkan jadi kepala daerah, pasangan ini siap merangkul kubu nomor 2 dan 3.

Mengomentari hal itu, Aldy menuturkan bahwa Tahfidz membuktikan slogan Maros untuk Semua. Sebab programnya digagas untuk seluruh kalangan. Kaum milenial dan perempuan juga menjadi episentrum dalam mewujudkan poin visi misi Tahfidz.

Debat tersebut digelar di Claro Hotel, Makassar. Membahas 11 sub tema. Di antaranya mengenai pendidikan, sosial dan budaya, efektivitas penegakan hukum, serta kebijakan penanganan, pengendalian dan pencegahan Covid-19. (*)